WNI di China Masih Awam Soal Pemilu 2019

Rekanbola Warga negara Indonesia yang tersebar di beberapa daerah di China, masih awam pemahaman terhadap Pemilihan Umum 2019.

“Rata-rata kami pemilih pemula, sehingga belum punya pengalaman tentang pemilu,” kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Zhengzhou, Dzaki Sholihin di Zhengzhou, Provinsi Henan, Selasa (6/11).

Demikian juga dengan para pelajar asal Indonesia di Changsha, Provinsi Hunan, yang tidak mendapatkan pemahaman cukup tentang pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif yang akan dilakasanakan serentak pada April 2019.

“Mungkin tidak hanya kami, kebanyakan pelajar Indonesia di sini baru ikut pemilu pada tahun depan,” kata Ketua PPIT Cabang Changsha, Cindy Utamy Ramos.

Meski demikian, PPIT Zhengzhou dan PPIT Changsha telah mendaftarkan seluruh anggotanya sebagai pemilih tetap untuk Pemilu 2019.

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing Oei Edy Susanto mengakui rendahnya pemahaman WNI di daratan Tiongkok tersebut terkait Pemilu 2019.

“Oleh karena itu, kami proaktif menggelar sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik dengan bertatap muka secara langsung, maupun melalui media dalam jaringan,” ujarnya.

Ia menyebutkan program sosialisasi Pemilu 2019, terutama menitikberatkan pada proses pendaftaran pemilih, telah dilakukan melalui tatap muka dengan para WNI yang tersebar di Beijing, Tianjin, Chongqing, Wuhan (Provinsi Hubei), Shijiazhuang (Provinsi Hebei), Zhengzhou (Provinsi Henan), dan Changsha (Provinsi Hunan).

Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan PPLN Beijing pada bulan ini di Dalian, Shenyang (keduanya Provinsi Liaoning), Changchun (Provinsi Jilin), dan Harbin (Provinsi Heilongjiang).

Di China daratan terdapat tiga PPLN, yakni Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Namun PPLN Beijing memiliki jangkauan terluas, yakni 23 provinsi/kota ditambah Mongolia sesuai dengan wilayah kerja Kedutaan Besar RI di Beijing.

Baca Juga:   Kekecewaan Leroy Sane Gagal Kalahkan Belanda

Meskipun wilayahnya luas, jumlah pemilih potensial yang terdaftar pada Pemilu 2019 di wilayah kerja PPLN Beijing relatif lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah kerja PPLN Shanghai dan PPLN Guangzhou.

“Karena terbatasnya anggaran, kami belum bisa menjangkau seluruh WNI yang tersebar di 23 provinsi/kota di Tiongkok dan Mongolia,” kata Edy.

Pihaknya akan terus menggelar sosialisasi daring dengan menggunakan media “webinar” yang difasilitasi oleh PPIT, seperti yang pernah dilakukan pada pertengahan Oktober 2018 yang tingkat penyebaran audiensinya lebih merata, termasuk menjangkau WNI di Provinsi Xinjiang di barat laut dan Provinsi Yunnan di barat daya.

Pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilakukan dalam tiga alternatif pelaksanaan, yakni dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), didatangi petugas KPPS yang membawa kotak suara keliling (drop box), dan melalui pos surat.