Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Berhenti Merokok

REKANBOLA — Merokok bak adiksi yang sulit disetop. Zat adiktif bernama nikotin di dalamnya membikin banyak orang ketergantungan pada rokok. Alhasil, berhenti merokok jadi sesuatu yang musykil bagi sebagian orang.

Di Indonesia, jumlah perokok mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, ada sekitar 58 juta perokok aktif dimulai dari usia 10 tahun ke atas.

Padahal, bahaya merokok mengintai di depan mata. Mulai dari penyakit paru obstruktif kronis, kanker paru-paru, serangan jantung, dan masih banyak lagi.

Dengan sederet bahaya, ada baiknya jika Anda mencoba untuk berhenti merokok meski prosesnya tak mudah.

Berhenti merokok memang bukan hal mudah. Ada sederet dampak yang bisa dirasakan tubuh saat merespons rencana berhenti merokok yang tengah Anda lakoni.

Beberapa pekan pertama biasanya menjadi periode yang sulit. Tubuh akan mengalami proses regeneratif. Dibutuhkan beberapa bulan hingga akhirnya seseorang terbebas dari candu rokok dan menjadi mantan perokok.

Berikut timeline apa yang bakal terjadi pada tubuh saat ada berhenti merokok, mengutip Healthline dan Medical News Today.

20 menit setelah rokok terakhir
Dampak positif dari berhenti merokok dimulai sejak 20 menit setelah rokok terakhir. Tekanan darah dan denyut nadi Anda akan kembali pada level normal.

Selain itu, serat dalam tabung bronkial yang sebelumnya tidak bergerak dengan baik karena paparan asap terus menerus akan mulai bergerak kembali. Hal ini bermanfaat untuk paru-paru. Pasalnya, serat ini membantu memindahkan iritasi dan bakteri keluar dari paru-paru sekaligus mengurangi risiko infeksi.

8 jam setelah rokok terakhir
Kadar karbon monoksida dalam tubuh akan kembali normal. Karbon monoksida merupakan zat kimia dalam rokok yang ‘mengenyahkan’ partikel oksigen dalam darah.

Baca Juga:   Tipe Pengendara Motor Paling Ngeselin yang Sering Ditemui di Jalanan. Kamu Salah Satunya?

Ketika karbon monoksida berkurang, secara tidak langsung kadar oksigen akan meningkat. Hal ini membantu menyehatkan jaringan dan pembuluh darah.

1-2 hari setelah rokok terakhir
Setelah satu hari, risiko serangan jantung akan menurun. Ini terjadi karena berkurangnya penyempitan pembuluh darah dan arteri serta peningkatan kadar oksigen yang masuk ke jantung untuk meningkatkan fungsinya

Selain itu, Anda juga akan menyadari bahwa kemampuan indera untuk mencium wangi-wangian lebih baik dari sebelumnya.

3 hari setelah rokok terakhir
Tiga hari setelah berhenti merokok, Anda akan merasa lebih mudah dan nyaman untuk bernapas. Ini terjadi karena tabung bronkial di dalam paru-paru mulai rileks dan terbuka lebih lebar.

Namun, di sisi lain, pada fase ini kebanyakan orang akan mengalami mood yang terganggu dan lekas marah, sakit kepala, dan mengidam saat tubuh sedang menyesuaikan diri.

1 pekan setelah rokok terakhir
Satu pekan setelah rokok terakhir tak cuma penting untuk kesehatan, tapi juga untuk kesuksesan rencana Anda untuk berhenti merokok dalam jangka waktu panjang. Mereka yang sukses hidup tanpa rokok dalam sepekan sembilan kali lebih mungkin berhasil berhenti merokok.

2 pekan setelah rokok terakhir
Hidup tanpa rokok selama dua pekan membuat sirkulasi udara dalam tubuh membaik. Sebuah penelitian yang dilakoni University of Michigan menyebutkan bahwa fungsi paru membaik sekitar 30 persen setelah dua pekan berhenti merokok.

1-3 bulan bulan setelah rokok terakhir
Dalam waktu satu bulan, fungsi paru akan membaik. Ketika paru-paru mulai pulih, intensitas batuk dan sesak napas akan berkurang.

Selain itu, di fase ini mantan perokok juga memiliki kemampuan atletik yang meningkat. Mereka akan lebih nyaman untuk berolahraga tanpa harus takut pada napas pendek.

Baca Juga:   10 Gaya Mewah Umi Kalsum, Ibu Ayu Ting Ting Yang Hits Abis

Khusus kaum hawa, tak merokok selama tiga bulan dapat meningkatkan kesuburan dan menekan risiko kelahiran bayi prematur.

6 bulan setelah rokok terakhir
Setelah enam bulan berhenti, banyak orang menyadari bahwa mereka lebih mampu menangani stres tanpa perlu merokok.

1 tahun setelah rokok terakhir
Satu tahun setelah berhenti merokok, risiko serangan jantung akan berkurang 50 persen. Risiko ini akan terus menurun pada fase-fase berikutnya.

5 tahun setelah rokok terakhir
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina menyebutkan bahwa risiko kanker paru-paru akan berkurang 50 persen setelah lima tahun berhenti merokok.

Tak cuma itu, risiko stroke juga akan terus berkurang hingga 10 tahun berikutnya.

15 tahun setelah rokok terakhir
Setelah 15 tahun berhenti merokok, berbagai risiko penyakit yang diakibatkan rokok seperti jantung koroner, kanker pankreas, kanker paru dan lain-lain akan berkurang dan menyerupai risiko mereka yang belum pernah merokok sebelumnya.