100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba Terbakar

Rekanbola – Sekitar 100 Ha lahan di sekitar pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara, terbakar. Hingga hari ini, hotspot atau titik api masih terlihat.

Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Senin (11/6/2018). Hingga kini petugas masih berupaya melakukan pemadaman.

“Api sampai sekarang belum dapat dipadamkan. 100 hektar terbakar,” kata Sutopo. Area yang terbakar topografinya terjal.

100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba Terbakar

Sutopo mengatakan, kebakaran lahan ini dilaporkan masyarakat Desa Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (9/6). Lahan yang terbakar adalah alang-alang atau semak

Asal api dari perladangan penduduk Paropo 1 Kecamatan Silahisabungan, perbatasan antara Kabupaten Dairi dengan Kabupaten Karo. Api yang diduga bersumber dari kelalaian warga ini sampai hingga ke Desa Sikodon-kodon.

Petugas gabungan melakukan pemantauan titik api. Masing-masing dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XV, Polsek Tigapanah, Koramil Tigapanah, serta kepala desa dan masyarakat Sikodon-kodon.

“Di hotspot satelit tadi pagi masih terbakar. Laporan lapangan sebagian masih terbakar,” ujarnya.

Selain itu hotspot juga muncul di Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Hingga kini petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman titik api.

Dijelaskan Sutopo, Minggu (10/6) sekitar pukul 16.13 WIB, masyarakat melaporkan adanya kebakaran di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Kampung Rakyat. Ini diperkuat oleh munculnya hotspot di desa tersebut.

100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba TerbakarFoto: Data hotspot (dok BNPB)

Masyarakat Desa Tanjung Mulya bersama TNI-Polri kemudian berupaya melakukan pemadaman dini. Lahan yang terbakar seluas 10 Ha. Lahan yang terbakar dan diketahui pemiliknya seluas 3 Ha. Masing-masing lahan milik Ucok (50) seluas 1 Ha dan Panjaitan (56) seluas 2 Ha.

Baca Juga:   Pria yang Bakar Diri Bareng Kekasihnya Meninggal akibat Perburukan Organ Tubuh

“Topografi lahan yang terbakar dataran rendah bergambut, vegetasinya semak belukar. Lahan masyarakat,” kata Sutopo. Warga bersama Polri-TNI, Manggala Agni Dapops Labuhan Batu masih berupaya melakukan pemadaman.

“Masih banyak hotspot di Sumut,” ujarnya.

 

 

(Sumber : detik.com)