172 Penjahat jalan ditangkap jelang IMF-World Bank di Bali

Rekanbola – 172 pelaku kejahatan jalanan ditangkap Satgas Pemberantasan Kejahatan di Bali. Para pelaku ditangkap setelah Satgas Pemberantasan Kejahatan 70 hari melakukan penyelidikan sejak 6 Juli 2018 lalu.

“Dari 140 kasus tersebut kami berhasil menangkap 172 tersangka, di antara 172 tersangka dilumpuhkan dengan timah panas sebanyak 33 orang karena ingin mencoba kabur. Apabila melakukan perlawanan terhadap petugas, kami akan melakukan tindakan yang lebih tegas,” kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan di depan kantor Ditreskrimum Polda Bali, Jumat (14/9).

Para pelaku di antaranya terlibat pencurian dengan pemberatan termasuk pemerasan di lakukan organisasi masyarakat. Sementara barang bukti diamankan berupa sepeda motor, STNK, HP, dompet, linggis, obeng, jam tangan, perhiasan, kunci pas, kamera, uang tunai, sangkur.

“Semoga dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini dapat memberikan kontribusi dalam pelaksanaan IMF-World Bank sehingga berjalan aman, lancar dan sukses,” kata dia.

Andi mengatakan, Satgas Pemberantasan Kejahatan dibentuk dalam rangka cipta kondisi menjelang IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, pada Oktober mendatang. Satgas itu bekerja selama 106 hari dari tanggal 6 Juli sampai 20 Oktober 2018.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja mengatakan, tujuan dilaksanakannya operasi cipta kondisi menjelang IMF-World Bank agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib. “Tidak ada gangguan yang berarti selama pelaksanaan berlangsung,” ujar Hengky.

Baca Juga:   Pelni Tawarkan Rapat di Atas Kapal Demi Gaet Penumpang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *