28 Tusukan penuhi sekujur tubuh karyawati BUMN tewas di Lembang

Rekanbola – Polisi memastikan bahwa Ela Nurhayati (42) merupakan korban pembunuhan. Karyawati sebuah bank BUMN itu tewas dengan 28 tusukan pisau.

“Jelas pembunuhan. Ada 28 tusukan di tubuh korban. Mulai dari perut, punggung, mata kanan, paha, betis, pelipis dan tangan,” ujar Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko Nurallah Adiputra saat dihubungi rekanbola, Rabu (12/9).

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah memeriksa enam saksi untuk mengetahui siapa pelaku dalam kasus pembunuhan ini dan motifnya. Pasalnya, dari olah TKP yang sudah dilakukan, tidak ada barang berharga dari korban yang hilang.

“Terkait motif sampai saat ini belum bisa kami ungkap. Barang berharga yang punya nilai materil seperti ponsel atau perhiasan masih utuh. Tapi kami akan dalami,” jelasnya.

“Ada enam saksi yang sudah kami periksa, tetangga korban dan orang terdekatnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Niko mengungkap saat kejadian, anak korban yang diketahui berkebutuhan khusus sedang bersama korban. Anak korban sudah diantarkan mantan suaminya sejak tanggal 7 September 2018.

“Anaknya ada di lokasi, karena pada saat kejadian itu tanggal merah. Biasanya, saat libur anak korban diantarkan mantan suaminya yang sudah cerai 10 tahun,” katanya.

“Kaitan dengan anak berkebutuhan khususnya apa, itu biarkan ahli yang jawab,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tewas berlumuran darah Di Kp. Pangragajian Desa Kayuambon, Kec. Lembang Kab. Bandung Barat.

Dari olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu pisau dapur, sepasang sandal perempuan dan dua Buah HP milik korban dan anak korban. Perempuan bernama Ela Nurhayati ditemukan pada selasa tanggal 11 September 2018 sekitar pukul 11.50.

Baca Juga:   Waspada Jika Android Terima Pesan Ini, Bahaya akan Mengintai Smartphonemu

Awal penemuan mayat tersebut setelah salah seorang tetangga korban, Deni melihat anak korban berinisial MA (15) menangis sambil membawa HP dan pakaian yang berlumuran darah.

Saat dihampiri dan membuka pagar rumah korban, ia melihat Ela sudah kondisi tertelungkup dengan penuh darah. Melihat hal itu, Deni memanggil Hari dan Mayor inf. Agus yang saat itu hendak menuju mesjid dekat rumah korban untuk sholat dzuhur untuk melihat kondisi korban. Setelah itu, warga pun menghubungi Polsek Lembang untuk melaporkan penemuan mayat tersebut.