40% Truk Jarang Servis di Bengkel Resmi

REKANBOLA – Kecelakaan lalu lintas akibat truk menjadi masalah yang tak pernah ada habisnya. Setelah diselidiki, penyebab terjadinya kecelakaan tak jauh-jauh dari perawatan yang tidak baik.

Astra Isuzu sebagai salah satu penyedia kendaraan komersial, mengungkapkan bahwa sejumlah pelanggannya mengabaikan perawatan. Setidaknya hanya ada 40 persen kendaraan yang kembali ke bengkel resmi.

“Sekitar 40 persen makanya room kita masih luas,” ungkap After Sales Service Division Head Astra Isuzu, Heri Wasesa dalam Seremoni Penyerahan Dana Program Santunan Sopir di Astra Isuzu Head Office, Sunter, Jakarta Utara.

Kebanyakan pebisnis yang menggunakan kendaraan komersial cenderung tidak memiliki waktu untuk membawa kendaraannya ke bengkel. Heri mengatakan bahwa kebanyakan customer lebih memilih untuk menangani perawatannya sendiri.

“Tidak semua konsumen yang beli mobil kita pada tiga tahun ini berhubungan sama kita, alasannya simple mereka punya mekanik, mereka punya, bengkel mereka, punya akses sparepart,” terang Heri.

Untuk itu Isuzu Astra sedang gencar melakukan layanan servis jemputan melalui program Bengkel Isuzu Berjalan (BIB).

“Fokus BIB adalah untuk melayani customer fleet karena pada hari ini kita mengharapkan customer untuk datang ke kita itu ngga mudah karena mobilnya dipakai buat usaha, sehingga pada hari ini yang paling gampang adalah kita mendatangi customer kita,” jelas Heri.

Jumlah armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) nasional hingga saat ini yaitu sebanyak 68 unit mobil dan 5 unit motor. Pada tahun 2019 ini, Astra Isuzu juga mengadakan penambahan armada dengan menggunakan unit Isuzu Traga aplikasi BIB. Layanan BIB Astra Isuzu juga menjangkau lokasi-lokasi pelanggan yang jauh dari jaringan bengkel Astra Isuzu, khususnya dalam melakukan penetrasi ke customer-customer fleet.

Baca Juga:   Bus Sartika Kontra Truk Angkut Ayam, Sopir Truk Dilarikan ke RSU Kisaran

Kendati sudah memiliki BIB Isuzu tetap berharap menjalin hubungan baik dengan kustomer. Target setiap outletnya adalah setiap kendaraan yang dibeli dari outlet kembali ke outletnya untuk perawatan dan pengecekkan. Tentunya perawatan yang rutin dan profesional akan berpengaruh terhadap tingkat keamanan dari operasional kendaraan.

“Per jaringan kita harapkan seratus persen balik lagi ke outletnya,” tambah Heri.

Dalam kesempatan itu juga Isuzu Astra memperingati Hari Pelanggan Nasional 2019 dengan Seremoni Penyerahan Dana Program Santunan Sopir dan Program After Sales Spesial Hari Pelanggan.

“Program Santunan Sopir merupakan program unggulan dari Astra Isuzu yang diluncurkan sejak tahun 2006. Program ini sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan setia Isuzu. Sasaran utama program ini yaitu para sopir yang mengemudikan kendaraan Isuzu dan melakukan service rutin kendaraannya di bengkel resmi Astra Isuzu,” kata Heri.

Pelanggan Astra Isuzu yang mendapatkan program santunan sopir ini adalah ahli waris yang merupakan salah satu sopir dari instansi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, dengan ahli waris Euis Rosyifa Cahyaningrat, Istri (Alm) Muh. Arif Budiman. Acara penyerahan ini juga didampingi oleh Kepala Seksi Penanganan Sampah, Nazirwan,S.T. dan Kepala UPTD Perbengkelan, Mulyono,S.T. sebagai perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

Besarnya nilai santunan yang didapatkan yaitu sebagai berikut :

Meninggal dunia akibat kecelakaan mendapat santunan sebesar Rp 20.000.000,-.

Biaya perawatan rumah sakit dan obat-obatan mendapat santunan maksimal sebesar Rp 2.000.000,- yang dilakukan dalam 1 kali proses klaim (tidak bersifat akumulatif).