9.000 Warga Mengungsi, Ini Wilayah Terparah akibat Banjir Bandang Sentani

REKANBOLA – Banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua telah menewaskan hampir 100 jiwa dan memaksa 9 ribu warga lebih mengungsi. Setidaknya ada 9 kelurahan di Kabupaten Jayapura yang terdampak parah musibah tersebut.

Di Distrik Sentani, terdapat lima kelurahan dan kampung yang terdampak parah banjir bandang. Antara lain Kelurahan Hinekombe, Kelurahan Dobonsolo, Kelurahan Sentani Kota, Kampung Yahim, dan Kampung Sereh.

“Kemudian Kampung Doyo Baru di Distrik Waibu, Kamoung Kertosari di Distrik Sentani Barat, Kampung Yengu Dosoyo di Distrik Ravenirara, dan terakhir Distrik Depapre,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Sementara itu, perumahan yang terendam banjir antara lain Perumahan Doyo Baru dan sekitarnya, kompleks 751, Balaitrans, Kompleks Auri, dan Distrik Ravenirara.

2.303 personel tim gabungan dari Polri, TNI, dan Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap warga yang hilang akibat bencana tersebut. Pencarian diprioritaskan di beberapa titik terdampak parah.

Hingga Selasa 19 Maret malam, petugas telah menemukan 97 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah mengingat masih ada 79 warga yang dilaporkan hilang.

“Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, tim gabungan juga melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang, yakni Jalan Sosial, Kemiri, dan Doyo Baru,” kata Dedi.

Sementara korban luka akibat bencana banjir bandang tersebut terdata berjumlah 159 orang. 84 Orang di antaranya mengalami luka berat. Sedangkan 75 orang sisanya mengalami luka ringan.

*Ribuan Warga Mengungsi dan Ratusan Bangunan Rusak*

Banjir bandang di Kota Jayapura yang terjadi pada Sabtu 16 Maret 2019 memaksa 9.691 orang mengungsi. Selain itu, ratusan bangunan rusak akibat diterjang air bah tersebut.

Baca Juga:   Puisi Kontroversi Sukmawati Berujung Polisi

Adapun ribuan pengungsi tersebut ditempatkan di beberapa titik antara lain, Posko Induk Gunung Merah (1.453 orang), Gajah Mada (1.450 orang), Panti Jompo (23 orang), HIS (600 orang), Gereja Advent Doyo Baru (153 orang), Bintang Timur (600 orang), Permata Hijau (120 orang), SIL (1.000 orang), Doyo lama (203 orang), Gereja Doyo lama (1.000 orang), Gor Toare (170 orang), Asrama Himles (50 orang).

Kemudian di Rindam (220 orang), Kampung Netar (43 orang), Kompi D (108 orang), Puspenka (200 orang), Yayasan Abdi Nusantara (900 orang), Kertosari (182 orang), Sabron Yere (45 orang), BTN Efata (121 orang), Pasar Baru (250 orang), Gereja Soar Pasar Lama (69 orang), BTN Sosial (150 orang), Gereja Yahim (170 orang), Kehiran (300 orang), dan Toladan (111 orang).

Sementara kerugian material yang ditimbulkan dati bencana tersebut yakni 375 rumah warga rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 8 drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 3 gereja rusak berat, 2 masjid rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat, 1 pasar rusak berat, 5 unit mobil, dan 20 sepeda motor terendam banjir.