AC Milan Catat Awal Terburuk di Serie A dalam 81 Tahun Terakhir

REKANBOLA – AC Milan memulai musim dengan sangat buruk. Sang pelatih, Marco Giampolo, berada di bawah tekanan besar setelah timnya menelan empat kekalahan dari enam pertandingan Serie A sejauh ini – awal terburuk dalam 81 tahun terakhir.

Teranyar, Milan takluk 1-3 dari Fiorentina di San Siro, Senin (30/9/2019) dini hari WIB. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan berat bagi Milan yang sedang berusaha membangun skuad kembali.

Kesulitan Milan jelas menjadi kesulitan pelatih. Posisi Giampaolo tak lagi aman. Dia terbukti tidak bisa lebih baik dari Gennaro Gattuso, tidak ada alasan untuk terus mempertahankannya.

Sejauh ini, pimpinan dan beberapa legenda Milan masih mendukung Giampaolo, tapi bisa jadi situasinya berubah.

Awal Terburuk

Milan memulai musim 2019/20 dengan kekalahan tandang dari Udinese (0-1). Jelas bukan start yang baik.

Setelahnya, mereka bisa menang beruntun atas Brescia dan Verona, masing-masing hanya dengan skor 1-0. Lalu, Rossoneri takluk 0-2 di tangan Inter Milan, menyerah 1-2 di markas Torino, dan teranyar kalah 1-3 dari Fiorentina di San Siro.

Menurut Goal internasional, rentetan hasil buruk itu membuat Milan menyamai rekor terburuk mereka di awal musim, tepat 81 tahun silam.

Minggu (6/10/2019) akhir pekan ini, Milan bakal menyambangi kandang Genoa. Tidak ada alasan, Giampaolo harus bisa membawa timnya menang jika ingin mempertahankan jabatannya.

Tanggung Jawab

Laju buruk itu jelas membuat tim tertekan, Giampaoli mengakuinya langsung. Namun, dia yakin tidak ada yang salah dengan taktiknya. Hanya perlu waktu sampai Milan benar-benar bangkit, meski perlahan.

“Saya bertanggung jawab penuh, jelas, tetapi saya tetap maju karena saya percaya dengan gagasan saya,” tegas Giampaolo kepada Football Italia.

Baca Juga:   Ini Yang Kurang Dari Permainan Manchester United Menurut Luke Shaw

“Satu hal yang paling mengganggu saya adalah tim kami bermain di San Siro dalam kondisi seakan-akan belum pernah berlatih bersama. Kalah boleh, tapi tidak dengan cara itu.”

“Malam ini [vs Fiorentina], tekanan membuat pemain kesulitan. Kami tegang, tidak bisa bereaksi dengan cepat dan pada akhirnya menjadi korban tekanan itu,” tutupnya.