Admin Grup WhatsApp Ini Dipenjara 5 Bulan, Kenapa?

Rekanbola – Seorang mahasiswa di India menghabiskan lima bulan di penjara karena sebuah pesan WhatsApp yang menurutnya tidak ia kirim.

Pria bernama Junaid Khan itu, menjadi terdakwa karena dianggap menghasut massa dengan konten pesan yang tidak pantas, meski hingga saat ini belum jelas pesan apa yang ia kirim.

Menurut keluarga Khan, ia bukan admin grup itu. Namun setelah dua orang admin awal di grup tersebut keluar, Khan otomatis menjadi adminnya.

Pria 21 tahun itu telah ditahan polisi sejak 14 Februari 2018. Menurut berita lokal, ia ditahan karena sebuah pesan yang beredar di grup WhatsApp dimana ia adalah salah satu anggotanya. Hal itu membuatnya dituduh atas penghasutan.

Dikutip dari BBC Selasa, (24/7/2018), Khan ditangkap karena saat berita itu beredar, dialah yang sedang menjadi admin grup itu. Salah satu admin yang telah meninggalkan grup sebelum pesan itu viral kabarnya juga telah ditangkap.

Polisi berkata bahwa mereka sedang memverifikasi apakah ada orang lain yang juga merupakan admin dari grup yang sama.

India sedang ketat-ketatnya memonitor pesan-pesan yang beredar di media sosial setelah beberapa kali terjadi peristiwa main hakim sendiri oleh massa yang terpengaruh oleh hoax di media sosial, hingga berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Di bawah undang-undang IT di India, admin dari grup di media sosial dapat dipenjarakan apabila mereka menyebarkan berita yang dianggap menghina agama atau politik.

Dengan 200 juta pengguna aktif setiap bulannya, WhatsApp menjadi media sosial yang seringkali terjebak dalam kasus-kasus berita palsu yang berujung pada kekerasan.

Menurut pihak berkuasa di India, peraturan ini dibuat untuk menghindari kekerasan yang disebabkan oleh hasutan di media sosial.

Baca Juga:   Ini Cara Hemat Kuota Internet Saat Akses Facebook Cs

Namun menurut kritik, peraturan ini hanyalah sebuah tren baru bagi pemerintah untuk menekan kebebasan berbicara masyarakat.

Jumat kemarin, (20/7) WhatsApp mengumumkan mereka akan membatasi jumlah pesan yang dapat dikirim ulang di India. Hal ini dilakukan untuk membatasi tersebarnya informasi palsu di platform tersebut.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *