Alat Terbatas, UNBK SMK di Tasikmalaya Dibagi Dua Sesi

REKANBOLA – Akibat keterbatasan alat, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, dibagi beberapa sesi.

Ratusan siswa SMKN Puspahiang, Tasikmalaya, Jawa Barat, mengikuti UNBK dengan kondisi minim. Mereka harus mengikuti UNBK dalam dua sesi. Jumlah komputer dan laptop hanya tersedia 70 unit saja.

Puluhan siswa terpaksa menunggu di kantin hingga ruang kelas lain saat teman mereka melaksanakan ujian nasional.

“Sekarang lagi nungguan giliran ujian nasional, saya bagian sesi kedua. Yah gimana lagi deg-degan sih tapi gimana lagi komputernya terbatas,” ujar Yosef Hendrik, peserta ujian nasional berbasis komputer smk negeri puspahiang.

Keterbatasan alat komputer diakui pihak sekolah. Bukan hanya komputer, tenaga listrik yang kerap mati menjadi kendala tersendiri. Antisipasi listrik mati saat ujian, pihak sekolah sediakan dua buah genset berkekuatan 9.000 watt.

“Kita akui keterbatasan komputer makanya dibagi dua sesi, kita juga sediakan genset dua karena di sini sering mati listrik tiba tiba pak,” ujar Tatang Sunarya, Kepala Sekolah SMKN Puspahiang.

Pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMK tahun ini diterapkan aturan baru. Peserta harus mengulang ujian jika gagal log ini 20 menit setelah jadwal ditentukan.

Baca Juga:   5 Kasus Orangtua Termuda di Dunia dalam Sejarah, Mulai Umur 5