Amien Rais Minta Batalkan Pindah Ibu Kota, Kos-kosan 2×1 Ditutup

REKANBOLA – Rencana pindah ibu kota yang dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan banyak pro dan kontra. Tanggapan ini juga keluar dari Politikus Senior PAN, Amien Rais.

Amien tak setuju dengan rencana tersebut. Tanpa berbelit-belit dan menjelaskan alasannya, dia hanya bilang tolak rencana pindah ibu kota.

“Pesan kita kepada Pak Jokowi nggak usah basa basi, jadi dibatalkan saja,” ujarnya dalam acara seminar Menyoal Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Menurut Amien sudah cukup banyak pihak yang menjelaskan terkait dampak negatif dari rencana pindah ibu kota. Dia mengambil kesimpulan bahwa pindah ibu kota lebih banyak dampak negatifnya.

Kalimat ‘ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri’ ada benarnya. Apalagi jika bicara soal mencari hunian yang murah tapi nyaman di Jakarta.

Sampai-sampai hasil survei dari sebuah konsultan properti menyatakan bahwa 95% generasi milenial di Jakarta bakal tak punya rumah pada tahun 2020 nanti. Hal itu karena saking sulitnya membeli rumah di Jakarta menyusul harga tanah yang terus menjulang.

Ini juga bisa tercermin dari realita baru yang diungkap lewat hadirnya kos-kosan dengan ukuran kamar 2×1 meter di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Rumah kos tersebut viral lantaran bentuknya yang mirip dengan tempat tinggal para pekerja di Hong Kong.

Hong Kong diketahui sebagai salah satu lokasi dengan harga properti paling mahal di dunia. Saking mahalnya harga tanah di sana, tak jarang ditemukan orang yang memiliki hunian permanen dengan ukuran semini hotel kapsul.

Bukan hanya karena sentimen bentuk huniannya yang tak manusiawi, rumah kos itu akhirnya ditutup lantaran tidak berizin. Rumah tersebut dipakai tanpa ada izin menggunakannya sebagai kos-kosan sehingga ada potensi pajak yang dihindari di sana.

Baca Juga:   SBY Minta Kasus Hambalang Jangan Dikaitkan dengan Demokrat

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat hingga Camat sampai turun ke lapangan untuk melihat kondisi asli rumah kos tersebut. Hasilnya, rumah kos dengan harga sewa sekitaran Rp 300 ribu itu diputuskan ditutup