Anak Punk Sempat Dicurigai Sebagai Pembunuh Penjaga Rumah Mewah, Ternyata Lelaki Ini Pelakunya

Rekanbola.com – Muhammad Deri Lapiye (29) buron setelah membunuh Abdul Azis (24) penjaga rumah mewah di Sekojo yang ditemukan tewas di halaman rumah milik Amri di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 1121 RT 13 RW 07 Kelurahan 2 Ilir Kecamatan IT II kota Palembang.

Kepolisian Melalui Unit 4 Subnit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan berhasil meringkus tersangka yang sedang berada di rumah di Jl Urip Sumoharjo Sekojo Palembang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara.

Sebelumnya sejumlah anak punk sempat dicurigai sebagai pelaku, akan tetapi meraka tak terbukti.

Deri yang sehari-hari mengaku bekerja sebagai kenek tronton sudah memantau rumah tersebut dari siang hari, hingga malam harinya.

Waktu akan mengeksekusi rumah tersebut, tersangka berjalan dari bekas bioskop Gembira menuju TKP.

Sesampainya disana, korban sempat memantau sekeliling rumah terlebih dahulu. Merasa aman tersangka masuk dengan memanjat pagar rumah setinggi dua meter tersebut.

Korban langsung membobol dan masuk ke dalam rumah melalui jendela samping yang berada di dekat pohon kelapa. Setelah mengubek rumah tersebut ia tidak mendapatkan apa-apa.

Mengetahui usahanya sia-sia korban berusaha kembali keluar melalui jendela. Ketika tersangka mau keluar dari rumah tersebut, korban datang dan mencari suara ribut yang terdengar dari samping.

Tersangka yang kaget dan cemas sempat terlibat percakapan. “Siapo kau” ujar Deri yang menirukan korban. Deri yang terpojok sempat mengaku sebagai penjaga rumah tersebut.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, tersangka berusaha membekap korban dari belakang dengan menggenggam erat leher korban dengan tangannya.

Menurut Deri, korban sempat teriak sebanyak dua kali sambil berteriak “maling-maling sebanyak dua kali”. Hingga akhirnya korban lemas dan tidak sadarkan diri.

Untuk memastikan korbannya tewas, tersangka mencekiknya menggunakan ikat pinggang.

Tersangka yang pernah ditangkap di Lais Musi Banyuasin karena mencuri buah sawit pada tahun 2015 tersebut kabur membawa Uang pecahan Rp 100 ribu dan motor matic punya korban.

Dari pengakuan tersangka Deri, setelah ia membunuh korban ia pulang kerumah dan menjual motornya seharga Rp 2 Juta melalui temannya bernama Evran.

Dari hasil menjual motor tersebut Evran mendapat Rp 500 ribu dan Deri mendapat Rp. 1,5 Juta. Sejauh ini kepolisian masih mencari Evran.

Lanjutnya uang hasil menjual motor korban tersebut di gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Drs. Zulkarnain mengungkapkan dalam Press Release kamis sore (7/12) mengatakan pihak kepolisian akan menindak dan menyikat segala bentuk tindakan kriminal yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.

 

Berita Menarik Lainnya :

 

 

 

 

 

Facebook Comments