Aniaya Remaja Perempuan 12 Tahun di Kebun Salak, Pria Ini ‘Dihadiahi’ 2 Butir Timah Panas

Rekanbola – Seorang remaja perempuan berusia 12 tahun, warga Desa Lobu Layan Sigordang, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, dianiaya di kebun salak Bungus di desanya, Minggu (9/12/2018) sekira pukul 12.30 Wib.

Informasi yang diperoleh metro24jam.com, Senin (10/12/2018), pelajar SD itu saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS TNI AD, Losung Batu, Kota Padangsidimpuan.

Belum diketahui motif penganiyaan tersebut, namun, pelaku berinisial MS (35), yang sehari-hari bekerja sebagai petani di desa tersebut kini sudah diamankan di Mapolres Tapanuli Selatan.

Kapolres Tapsel, AKBP Irwa Zaini Adib, melalui Kasat Reskrim AKP Isma Wansa, dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan, peristiwa itu pertama kali diketahui saksi berinisial HH (33) yang sedang berkerja di kebunnya.

HH yang mendengar keributan dan suara jeritan minta tolong tak jauh dari kebunnya kemudian mendatangi asal suara. Sesampainya di lokasi, HH melihat gadis berinisial SMH tersebut sudah tergeletak berlumuran darah di kebun salak.

“Saat berada di kebunnya, saksi HH mendengar keributan dan suara meminta tolong. Saat mendatangi lokasi asal suara guna mencari tau. Sesampainya di lokasi saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak berlumuran darah di kebun salak yang berdekatan dengan kebun saksi HH,” kata Isma.

Melihat kondisi korban, HH kemudian bergegas memberitahukan peristiwa itu kepada warga dan mencari bantuan. Lalu, HH bertemu dengan NR (55) dan mereka pun bergerak menuju lokasi untuk menolong remaja tersebut.

Tiba di sana kembali, keduanya melihat SMH sudah berjalan terhuyung-huyung menghampiri mereka. Tak mau berlama-lama, HH dan NR pun membawa remaja tersebut dan mengajak warga lain membawanya ke RS TNI AD untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga:   Jambret ponsel perwira polisi di Matraman, 2 pemuda diciduk petugas

“Saksi HH dan NR bersama warga lain membawa korban menuju RS TNI AD di Losung Batu untuk mendapat pertolongan pertama,” jelas AKP Isma.

Polisi yang menerima laporan kemudian menuju lokasi dan berhasil mengamankan MS berikut barang bukti sebilah parang dan 1 buah sandal jepit. Namun, saat akan ditangkap, MS melakukan perlawanan dan coba melarikan diri.

Alhasil, polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak kedua kakinya.

Terkait motif penganiayaan tersebut, AKP Isma mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini.

“Kita sudah mengamankan pelaku sudah kita amankan dan masih kita periksa untu mendalami motif kasus penganiayaan ini. Kita juga sudah memeriksa tiga orang saksi yakni HH (33), PP (35) dan NR (55) yang semuanya berasal dari desa yang sama dengan korban maupun pelaku,” jelas Kasat ketika dikonfirmasi melalui WhatsAppnya.