Ashleigh Barty Meluncur Ke Final Di Miami

REKANBOLA – Petenis berkebangsaan Australia, Ashleigh Barty melenggang ke final terbesar dalam kariernya di Miami Open usai mengukir kemenangan 6-3, 6-3 atas petenis berkebangsaan Estonia, Anett Kontaveit.

Pertemuan pertama di antara kedua petenis cukup membuat frustasi setelah ada penundaan akibat hujan yang cukup lama, yakni mencapai lebih dari empat jam.

Ketika pertandingan akhirnya dilanjutkan, petenis yang berhasil tetap tenang untuk tampil lebih baik adalah Barty, sementara Kontaveit malah seringkali melakukan kesalahan.

Dengan pencapaian tersebut, petenis berusia 22 tahun, Barty akan menembus peringkat 10 besar ketika daftar peringkat baru dirilis dan menutup laga semifinal Miami Open musim ini dalam waktu 77 menit.

“Ini hari yang sangat panjang. Saya tahu kami harus menunggu, tetapi itu menjadi kesempatan bagi saya untuk minum kopi dan menyaksikan golf, jadi saya merasa rileks,” ujar Barty yang pernah absen dari dunia tenis pada musim 2015 untuk bermain kriket sebelum kembali beraksi pada musim 2016.

“Ketika saya kembali memasuki lapangan, saya siap untuk beraksi. Saya tidak mengawalinya dengan terlalu baik, tetapi saya mampu memperbaikinya dan melakukan hal yang harus saya lakukan.”

Setelah mengawali semifinal dengan cukup cepat dan keunggulan 2-0 sebelum masalah cuaca pertama melanda, Kontaveit kembali ke lapangan utama Hard Rock Stadium hanya untuk dipatahkan oleh Barty dan bisa menyamakan kedudukan dengan 2-2.

Setelah itu, hujan kembali turun, sehingga membuat frustasi, baik para petenis maupun para penonton. Ketika pertandingan dilanjutkan, Barty tampil lebih baik dan merebut keunggulan 5-3. Petenis peringkat 11 dunia, Barty memegang kontrol pertandingan dan pelanggaran ganda yang dilakukan Kontaveit membuatnya unggul dengan satu set.

Baca Juga:   Seiring Persiapan Jelang Ajang Di Abu Dhabi, Rafael Nadal Merasa Prima

Level permainan Barty sedikit menurun di awal set kedua, sedangkan petenis peringkat 19 dunia, Kontaveit mulai menciptakan peluang demi merebut kemenangan. Tetapi, Kontaveit tidak konsisten untuk memberikan tekanan dan tampil goyah pada service gamenya, sehingga membiarkan Barty menyamakan kedudukan dengan 3-3.

Statistik terakhir memperlihatkan bahwa Kontaveit hanya memenangkan 58 persen poin dari servis pertamanya dibandingkan presentase servis pertama Barty yang mencapai 83 persen.

Kontaveit sempat memperlihatkan kegigihannya menahan laju barty, tetapi hal itu tidak cukup setelah Barty menyambar tiga game terakhir yang mengantarkannya ke final Miami Open musim ini.