Aulia Kesuma Racik Jus ‘Maut’ Isi 30 Butir Obat Tidur untuk Suami di Dapur

REKANBOLA – Aulia Kesuma membunuh suaminya, Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili, dengan cara memberikan obat tidur yang dicampur ke dalam minuman jus. Jus ‘maut’ itu dia racik di dapur di rumah suaminya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Aulia memperagakan adegan tersebut dalam kegiatan rekonstruksi yang digelar di Jalan Lebak Bulus I Kaveling 129B, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019). Aulia meracik obat tidur yang dia beli di toko obat di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Jumat (4/9).

Ada 30 butir obat tidur yang dicampurkan ke dalam jus tomat untuk melenyapkan nyawa suaminya. Aulia memberikan jus itu sebelum suaminya pergi tidur.

Sementara itu, tersangka Sugeng memperagakan adegan membakar obat nyamuk di lantai 2 rumah korban. Semula, para tersangka membuat skenario seolah-olah kedua korban tewas akibat kebakaran di rumah tersebut.

“Gimana bakar obatnya?,” tanya polisi kepada Sugeng.

“Pakai korek api,” jawab Sugeng.

Setelah itu, rekonstruksi dilanjutkan dengan adegan memindahkan jenazah kedua korban ke garasi. Ini juga sebuah skenario, yang tadinya jika rencana ‘kebakaran’ itu benar-benar terjadi, harapannya, warga akan mengira kedua jenazah mati lemas akibat kebakaran tersebut.

Setelah kedua korban berada di garasi, tersangka Agus menyiramkan bensin ke jasad kedua korban. Bensin diambil dari motor yang ada di garasi.

Selanjutnya, para tersangka meninggalkan rumah tersebut. Sebelum pergi, Aulia menyerahkan uang Rp 10 juta kepada para tersangka Agus dan Sugeng. Keduanya dijanjikan bayaran Rp 200 juta setelah rumahnya disita bank.

Tidak lama kemudian, Aulia kembali ke rumah tersebut setelah dihubungi oleh tetangganya yang memberi tahu kebakaran tersebut. Aulia kemudian menggembok pagar rumah setibanya di rumah tersebut.

Baca Juga:   Tidak akuratnya data jadi pemicu melonjaknya harga beras

Rekonstruksi kemudian diakhiri dengan adegan memasukkan kedua korban ke dalam mobil. Mobil berisi mayat dikemudikan oleh Kelvin, lalu dibawa ke Sukabumi. Aulia mengikutinya dari belakang dengan mobil lain.