Australia Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Hong Kong

REKANBOLA – Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) telah mengeluarkan peringatan perjalanan ke Hong Kong, dengan mengatakan mereka yang ke sana hendaklah “bertindak dengan ekstra hati-hati.”Peringatan Perjalanan ke Hong Kong

  • DFAT menyarankan warga Australia di Hong Kong untuk menghindari unjuk rasa besar
  • DFAT mengatakan situasi semakin tidak menentu dan resiko kekerasan meningkat
  • Hong Kong sudah mengalami unjuk rasa selama dua bulan terakhir

DFAT mengatakan protes yang terjadi di bekas koloni Inggris yang sudah berlangsung selama dua bulan tersebut sekarang semakin tidak bisa diduga dan ada kemungkinan besar terjadi bentrok antara polisi dengan para pengunjuk rasa.

“Ada kemungkinan terjadinya konfrontasi kekerasan antara pengunjuk rasa dengan polisi, atau individu yang punya latar belakang kriminal terutama di tempat-tempat protes yang tidak berizin.” kata pernyataan DFAT.

|DFAT menyarankan agar warga Australia yang berada di Hong Kong untuk menghindari lokasi unjuk rasa besar dan mengikuti saran pihak berwenang setempat.Video Player failed to load. 

Viewing from within the scrum of a fight, you view three men in white shirts carrying poles and bamboo sticks attacking people.

Keluarnya peringatan DFAT ini terjadi di saat meningkatnya ketegangan antara pengunjuk rasa pro-demokrasi, polisi Hong Kong dan kelompok warga pro-Beijing.

Bulan lalu, sekelompok orang yang mengenakan topeng menyerang pengunjuk rasa sipil dengan memukuli mereka dengan benda tumpul dan tongkat di jalanan dan juga di stasiun kereta bawah tanah.

Kelompok pro demokrasi mengatakan bahwa kelompok itu adalah anggota kelompok geng yang dikenal dengan sebutan Triad dan menyerukan kepada pemerintah Hong Kong untuk menyelidiki.

Pengunjuk rasa juga berusaha untuk melumpuhkan seluruh kawasan Hong Kong dengan pemogokan besar-besaran setelah mereka berhasil melumpuhkan sebagian layanan udara, kereta dan bus Hong Kong hari Senin (5/8/2019).Video Player failed to load. 

Baca Juga:   Facebook Klaim Peretas Bisa Akses 29 Juta Pengguna
Hong Kong protesters urge the government to investigate alleged police abuse of power

Hong Kong protesters have urged Government to investigate…Play

Jumlah tindak kekerasan dan kerusakan semakin meningkat selama beberapa minggu terakhir, dengan 10 orang terluka minggu lalu ketika kembang api dilemparkan dari sebuah mobil ke arah massa pengunjuk rasa pro demokrasi.

Polisi sendiri menggunakan gas air mata, peluruh karet dan semprotan merica untuk melawan para pengunjuk rasa tersebut dan banyak warga biasa yang kemudian juga ikut menjadi korban.Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan tidak akan mundur

Direktur Eksekutif Hong Kong yang diangkat oleh Beijing Carrie Lam hari Senin (5/8/2019) mengatakan bahwa pengunjuk rasa pro-demokrasi menggunakan alasan penentangan mereka terhadap RUU Ekstradisi ke Cihna di belakang maksud sebenarnya yaitu usaha untuk menghancurkan Hong Kong.

“Mereka mengatakan ingin revolusi dan membebaskan Hong Kong.Tindakan ini sudah lebih dari maksud politik semula dan menentang kedaulatan nasional kita.” kata Lam.

“Tindakan ilegal ini membahayakan ‘satu negara, dua sistem’ dan menghancurkan kemakmuran Hong Kong.”Video Player failed to load. 

Hong Kong leader says protests are pushing the city to an

Ms Lam has accused protesters of hiding their intentions.

Meski berbagai kalangan sudah mendesaknya mundur, Lam masih menolak seruan tersebut.

Sebelumnya dia mengatakan bahwa pengunduran dirinya tidak akan memberikan solusi yang lebih baik.

Di tahun 2017, Lam dalam debat televisi di Hong Kong mengatakan bahwa dia akan mengundurkan diri bila ‘opini mayoritas’ membuatnya tidak lagi bisa melakukan pekerjaannya.

Tekad Lam untuk tidak mundur mendapat dukungan dari penguasa di Beijing yang sudah memperingatkan kepada pengunjuk rasa bahwa ‘penguasa melakukan tidak menahan diri jangan dilihat sebagai sikap lemah.”