Australia Terbuka 2019 Akan Terapkan Tie-Break di Set Terakhir

Rekanbola – Australia Terbuka sedikit mengubah format pertandingan di 2019. Tie-break akan diterapkan di set terakhir sebuah pertandingan.

Australia Terbuka mengikuti Wimbledon yang lebih dulu menerapkan format itu. Apabila Wimbledon menjalankan aturan standar tujuh poin tie-break dalam kedudukan 12-12, maka Australia Terbuka berbeda.

Turnamen Grand Slam yang digelar pertama setiap tahunnya itu, akan menerapkan tie-break dalam kedudukan 6-6. Pemain pertama yang mencapai 10 poin dengan selisih dua akan memenangi pertandingan.

AS Terbuka menjadi grand slam pertama yang memperkenalkan tie-break di set terakhir dengan aturan standard tujuh poin dalam kedudukan 6-6. Dengan demikian, tiga turnamen memiliki format yang berbeda-beda.

Itu artinya, hanya Prancis Terbuka yang tidak berubah format. Roland Garros masih menjalankan format set kelima yang lama, di mana pemenang ditentukan dengan keunggulan dua gim dari lawannya.

“Kami akan menerapkan 10 poin tie-break dalam kedudukan 6-6 set terakhir untuk memastikan fans masih mendapatkan sebuah final spesial untuk pertandingan-pertandingan semacam ini. Dengan tie-break yang lebih lama memungkinkan adanya kejutan atau perubahan momentum pada pertandingan itu,” ujar direktur turnamen Craig Tiley, yang dilansir Reuters.

“Tie-break yang lebih lama juga mengurangi dominasi permainan servis yang bisa saja diuntungkan dalam tie-break yang lebih pendek. Kami percaya bahwa ini adalah format terbaik untuk para peserta yang bertanding dan untuk fans di seluruh dunia.”

Australia Terbuka 2019 akan digelar pada 14 Januari. Roger Federer merupakan juara bertahan di kelompok putra, sedangkan Caroline Woznacki di kelompok putri.

Baca Juga:   Prediksi Zamparini: Dybala Tinggalkan Juventus Bulan Januari