Awas! Mobil Bisa Dicuri dengan Meretas Sistem Alarm

REKANBOLA – Menggunakan sistem keamanan canggih di mobil tak berarti membuat mobil bisa semakin aman. Alih-alih mobil malah bisa menjadi sasaran peretasan.

Itulah yang dilakukan oleh ahli keamanan di Pen Test Partners yang membajak sebuah mobil dengan meretas sistem alarm canggihnya yang dibuat oleh Pandora dan Viper SmartStart. Kedua sistem keamanan ini terbilang populer dan diperkirakan sudah dipakai di lebih dari 3 juta mobil.

Sistem keamanan ini secara teoritis lebih dari sekadar alarm mobil. Mereka bisa membantu ketika mobil dicuri, dengan memantau pergerakannya, mematikan mesin, dan mengunci pintu mobil sambil menunggu polisi datang. Semua ini bisa dilakukan menggunakan ponsel penggunanya.

Semua hal di atas terlihat nyaman digunakan dan meningkatkan keamanan mobil. Namun selain itu, sistem ini juga meningkatkan risiko pembajakan lain yang mungkin lebih mudah ketimbang mencuri mobil dengan cara tradisional.

Peretas bisa membajak akun dan login ke dalam aplikasi menggunakan akun korban. Lalu pelaku bisa mendapatkan akses ke banyak data dan berbagai fungsi alarm pintar dari sistem tersebut.

Tak cuma itu, jika pelaku mengganti password akun, maka si korban tak bisa lagi mengakses akunnya itu, demikian tulis Kaspersky Lab dalam keterangan pers yang diterima Rekanbola.

Dengan ‘merampas’ akses ke sistem keamanan, si pelaku bisa dibilang lebih berbahaya karena bisa mengakses banyak hal. Bahkan dalam kasus alarm Pandora, pelaku kejahatan bisa mendengarkan percakapan yang terjadi di dalam mobil melalui mikrofon yang terpasang di sistem tersebut.

Bahkan usaha untuk menjebol sistem ini pun bisa dibilang tak terlalu berat. Mereka tak perlu membeli sistem keamanan itu yang harganya cukup mahal (mencapai USD 5000). Mereka cukup mencuri akses ke akun korban menggunakan ponsel.

Baca Juga:   Ini 4 Rekomendasi Smartphone Terbaik di 2018

Khusus untuk Viper, pelaku bisa mengganti data-data korban dengan mengirimkan permintaan khusus ke server tempat datanya disimpan. Sementara Pandora sistemnya sedikit lebih aman karena password ke akun tak bisa diubah.

Namun hal ini bisa diakali dengan mengubah alamat email yang terhubung ke akun, yang bisa dilakukan tanpa otorisasi pengguna. Setelah mengganti password, maka perubahan password baru bisa dilakukan.