Ayah Angkat Jokowi: Kalau Enggak Dipilih Enggak Apa-apa, Tapi Jangan Difitnah

REKANBOLA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bersama rombongan Safari Kebangsaan X mengunjungi kediaman ayah angkat Presiden Jokowi di Aceh, H Nurdin Aman Thursina. Nurdin terharu menerima kedatangan Hasto dan rombongan karena membuatnya ingat pada Jokowi.

Pada Hasto, Nurdin menceritakan kegelisahannya karena banyaknya kabar hoaks yang ditujukan kepada Jokowi. Salah satunya menyebut bahwa Jokowi adalah bagian dari partai terlarang saat Pilpres 2014.

“Kalau saya di Jakarta, La Nyala itu ya saya pukul itu di depan orangnya. Saya pukul dia. Orang enggak jelas. Kalau kamu enggak pilih dia (Jokowi) gak papa, tapi jangan fitnah,” tutur Nurdin di kediamannya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/3).

“Sekarang dia nyerah, kenapa sekarang minta maaf sama Presiden, orang bagus Presiden ini. Dia (Jokowi) maafin semuanya. Nanti kalau saya sudah mati pun kalau bisa milih, milih lagi saya. Tetap Jokowi,” lanjut Nurdin.

Nurdin mengatakan, hoaks seperti ini sangat merugikan banyak pihak. Kabar hoaks anti-Islam yang sekarang ditujukan kepada Paslon 01, Jokowi-Maruf Amin juga sangat ia sesalkan.

Dia yakin bahwa Jokowi bisa melewati itu semua dengan penuh keikhlasan.

“Sebenarnya apa yang buat enggak benar itu Allah yang mengatakan yang sesungguhnya. Itu aja. Kalau enggak dipilih enggak apa-apa, tapi jangan difitnah,” tegas Nurdin.

Jokowi Ingat Ayah dan Ibu Angkatnya

Nurdin menambahkan, Jokowi adalah sosok yang selalu ingat orang dalam hidupnya. Saat istrinya sekaligus ibu angkat Jokowi, Selimah Inem Thursina meninggal pada 15 Februari 2019 lalu, Jokowi datang dan membawa karangan bunga serta bantuan untuknya.

“Apa ga beruntung kita, saya sebenarnya melihat kalian datang ini pengen menangis saya. Saya simpam-simpan nangisnya. Tadi dari depan sana, jalan masuk Jokowi, Moeldoko, jenderal-jenderalnya masuk ke sini. Mengirimkan karangan bunga untuk turut berduka cita,” ucap Nurdin.

Baca Juga:   Pelatih Lechia Gdansk Sadar Adaptasi Egy Maulana Vikri Berat

“Kemudian, pakai PM lagi diantar jenazah almarhum (istri). Saya enggak bisa balas (kebaikannya),” katanya.