Bagi Borna Coric, Kekalahan Dari Roger Federer Di Indian Wells Cukup Menyakitkan

Rekanbola -Dalam wawancara bersama Rekanbola , petenis muda Kroasia, Borna Coric membagikan momen menonjol dari musim 2018 yang telah dilaluinya.

Coric mengakhiri musim 2018 dengan menempati peringkat 12 dunia dan ia dijadwalkan akan mengawali musim 2019 di Kooyong Classic sebelum menuju Australian Open.

Dari sekian turnamen yang dilakoninya musim 2018, Coric memilih empat turnamen yang cukup mengesankan.

“Indian Wells dan Miami. Saya mendatangi kedua turnamen tanpa mengetahui apa yang harus saya harapkan. Saya tidak pernah melampaui babak ketiga dari turnamen Masters 1000, tetapi saya bermain dengan sangat baik. Saya lalu melenggang ke semifinal dan berhadapan dengan Roger Federer,” papar Coric.

“Tentunya itu pengalaman yang luar biasa dan cukup menyakitkan, tetapi itulah tenis. Lalu kemenangan di Gerry Weber Open atas Roger di final juga istimewa bagi saya, saya tidak akan pernah melupakannya. Dan bagian terakhir dari musim ini di Shanghai, ketika saya mencatatkan hasil terbaik saya di turnamen Masters 1000 (kalah dari Novak Djokovic di final).”

“Kisah saya di Shanghai juga menarik, karena saya tiba di sana, lalu saya ingin mundur dari babak pertama, karena ada sedikit masalah dengan leher saya dan saya tidak bisa bermain. Bahkan satu jam sebelum pertandingan, saya masih ingin mundur, tetapi saya tetap memasuki lapangan tanpa harapan apa pun. Saya mulai bermain dengan baik dan saya mungkin memainkan permainan terbaik dalam karier saya.”

Tak lupa Coric mengomentari kemenangan Kroasia di Davis Cup musim ini setelah mengalahkan Perancis di final.

“Memenangkannya terasa sangat istimewa bagi saya. Itu mimpi kanak-kanak saya. Walaupun saya pernah bertanding di luar negara saya, saya tetap merasa gugup dan saya banyak berdiskusi dengan Ricardo. Saya begitu tegang, tetapi pada akhirnya saya memainkan permainan yang sangat apik dan membawa pulang trofinya serta semua perayaannya adalah sesuatu yang istimewa dan tak terlupakan,” lanjut Coric.

Baca Juga:   Nadal Raih Gelar ke-11 di Monte Carlo

“Itu adalah pengalaman terbaik di sepanjang hidup saya. Itu juga menarik, karena kami pemenang Davis Cup terakhir dengan format lama.”