Bagi Giggs, Jadi Suksesor Moyes di Manchester United adalah Hal yang Mudah

Rekanbola  —  Era kegelapan Manchester United dimulai pada tahun 2013, tepat saat manajemen klub menunjuk David Moyes sebagai pengganti Sir Alex Ferguson. Di saat yang sama, itu adalah masa yang baik bagi Ryan Giggs.

Pria berkebangsaan Wales tersebut ditunjuk sebagai asisten Moyes pada saat itu. Namun, ia masih tetap aktif sebagai pemain walaupun porsi penampilannya sudah dipangkas dengan drastis.

Moyes memimpin Manchester United dengan sangat buruk. Di tangannya, the Red Devils hanya mampu menempati peringkat tujuh klasemen Premier League. Manajemen lantas memilih untuk memecatnya.

Pemecatan itu kemudian menjadi berkah tersendiri bagi Giggs. Secara otomatis, ia naik pangkat menjadi pelatih utama the Red Devils meski dengan status interim. Ia melatih MU hingga akhir musim 2013/14.

Mudah Bagi Giggs

Sekarang ini, Giggs merupakan pelatih Timnas Wales. Mereka berpeluang lolos ke Piala Eropa 2020 andai mampu mengalahkan Hungaria dalam laga kualifikasi yang digelar Rabu (19/11/2019) dini hari nanti.

Giggs berkesempatan untuk mengenang kembali masa-masa awal kepelatihannya sebelum menjalani laga kontra Hungaria saat berbincang dengan the Coaches’ Voice. Ia mengatakan bahwa menjadi suksesor Moyes saat itu adalah perkara mudah.

“Sebagai awalan, rasanya cukup mudah karena tak ada alternatif lainnya,” canda Giggs. “Namun itu terasa mudah karena hanya empat pertandingan saja,” sambungnya.

“Saya punya banyak orang-orang baik yang tergabung dalam staf kepelatihan saya, [Paul] Scholesy, Nicky [Butt], Phil [Neville] yang telah menjadi pelatih pada saat itu,” lanjutnya.

Tetap Alami Kesulitan

Tetapi, bukan berarti pria berumur 45 tahun tersebut tidak mengalami kendala. Giggs harus menjabat sebagai pelatih sementara dirinya belum resmi pensiun dari dunia sepak bola. Hal itu, menurutnya, sangat berat.

Baca Juga:   Soal Masa Depan James, Bayern Takkan Lakukan 'Perdagangan Manusia'

“Bagian tersulitnya adalah saya masih menjadi pemain pada saat itu dan saya tidak memilih beberapa rekan setim yang dulunya berbagi ruang ganti dengan saya untuk waktu yang lama,” tambahnya.

“Dan juga saya tahu bahwa itu akan menjadi tahun terakhir saya, sehingga saya ingin meinikmatinya sebagai pemain yang tidak pernah saya rasakan. Tapi saya punya kesempatan untuk melatih Manchester United,” tutupnya.

Setelah musim berakhir, Manchester United mengangkat Louis Van Gaal sebagai pengganti ‘resmi’ Moyes. Pria asal Belanda itu hanya bertahan selama dua musim sampai digantikan oleh Jose Mourinho.