Bakal Ada LCGC Jilid II, Toyota Perbarui Calya-Agya?

REKANBOLA – Pemerintah sedang menyiapkan regulasi kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) atau low cost green car (LCGC) jilid II.

Menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, LCGC jilid II nantinya akan keluar bersamaan dengan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) atau kendaraan beremisi rendah. Kabarnya regulasi itu keluar pada April nanti.

“Masih kami iniin (dirancang). Karena LCGC mayoritas di Indonesia. Dan kami akan membuat continue projek ini karena ini cukup bagus,” ujar Nangoi usai konferensi pers GIIAS di Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (26/02/2019).

Menyambut LCGC jilid II, apakah produsen menyiapkan produk barunya? Sebab, kabarnya LCGC jilid II akan mengatur mobil LCGC lebih hemat bahan bakar lagi. Jika tadinya persyaratan konsumsi bahan bakar harus 20 km/liter, di jilid II akan dinaikkan menjadi 23 km/liter.

“Jadi posisi kami menunggu, dan pastinya menyesuaikan dengan kondisi peraturan. Persiapan sebenarnya LCGC kami sudah berada di posisi yang lokalisasinya sangat bagus, sebenarnya sudah sesuai dengan target pemerintah.

Kemudian porsi dari LCGC kira-kira 20 persen dari market, saya rasa target yang diterapkan pemerintah untuk LCGC sudah tercapai. Tinggal next-nya gimana, tergantung dari program pemerintah, kami lihat bukan LCGC lagi tapi mungkin ke arah elektrik vehicle atau hybrid dan kita mulai mempersiapkan ke arah sana,” kata Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Anton Jimmi belum lama ini.

Soal target konsumsi bahan bakar 23 km/liter, Toyota akan menyesuaikannya. Tinggal bagaimana tugas produsen otomotif untuk mencapai target tersebut.

Lantas, untuk menyambut LCGC jilid II, apakah Toyota bakal meluncurkan LCGC baru? Atau sekadar memperbarui Calya dan Agya?

Baca Juga:   Pertama Kalinya Toyota Buat Rental Mobil Berbasis Aplikasi

“Pada saat ini Calya-Agya itu masih relatif baru, baru minor change. Rasanya platform yang digunakan akan tetap sama. Tapi tergantung nanti, kalau pemerintah mengeluarkan peraturan baru, biasanya engine transmission di-adjust. Kalau produk baru kami nggak komentar, kami tunggu aturan baru saja. Calya itu baru introduce di akhir 2016. Jadi relatif masih baru,” kata Anton.