Bakal Caketum Golkar: Airlangga Memulai Bibit Perpecahan

Rekanbola  —  Politikus Golkar, Indra Bambang Utoyo (IBU) menilai tidak lazim bakal calon ketua umum harus memiliki syarat dukungan untuk mendaftar bakal calon. Indra mengatakan, sedianya proses penggalangan dukungan dilakukan secara tertutup di Musyawarah Nasional (Munas).

“Bila misalnya tiba-tiba ada syarat dukungan 30 persen sekarang, siapa yang bisa punya waktu penggalangan. Menyebut nama seseorang untuk sesuatu yang formal lazimnya tertutup,” ujar Indra melalui pesan singkat, Jumat (29/11).

Indra merupakan salah satu bakal calon ketua umum Golkar. Dia rencananya akan mengambil formulir pendaftaran hari ini, Jumat (29/11).

Indra mengatakan, rapat pleno tidak pernah menjelaskan proses pencalonan ketua umum. Pengalamannya mengikuti Munas pada 2016 di Bali, proses penggalangan dukungan itu dilakukan saat Munas.

“Saya berpikiran ya tentu sama pada Munas ini,” ucapnya.

Seperti Munas Main-main

Dia menilai, DPP seperti main-main dengan membuat Munas menjadi tidak berwibawa dan martabat. Indra ingin Munas menjadi agenda yang menyatukan.

“Kita kan tidak ingin Munas menghasilkan perpecahan lagi, yang berdampak pada Pemilu. Airlangga harus membuat Munas ini Munas untuk bersatu, bukan munas memecah belah. Nanti akan tercatat lagi pada sejarah Partai Golkar yang tidak habis dirundung masalah,” jelasnya.

Indra mengaku mendengar rekayasa DPP Golkar untuk mendapatkan dukungan DPD untuk Airlangga Hartarto.

“Apalagi kita mendengar isu rekayasa teman-teman DPP untuk mendapatkan dukungan DPD esok hari. Untuk Sumatera di Padang besok siang dan untuk wilayah Timur besok malam di Bali. Kita tunggu betulkah isu ini? Bila betul, maka Tim AH mulai dengan bibit-bibit perpecahan,” kata dia.

Baca Juga:   Ma'ruf Amin Diminta Tidak Seret-seret NU di Pilpres