Bamsoet Sesalkan Kericuhan di Munaslub MKGR di Hotel Sultan

REKANBOLA – Bambang Soesatyo yang hendak maju sebagai calon Ketum Golkar menyesalkan adanya kericuhan ormas sayap partai di Hotel Sultan, Jakarta. Ini menurutnya terjadi saat Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) memberikan dukungan untuk dirinya maju sebagai caketum Golkar.

“Walaupun acara hari ini diwarnai kerusuhan, tapi Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan MKGR. Derasnya dukungan yang datang menandakan derasnya gemuruh kader menjemput kembali kejayaan Partai Golkar,” ungkap Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/9/2019).

Acara di Hotel Sultan hari ini disebut Bamsoet sebagai acara dukungan sekaligus Munaslub MKGR. Ia menyatakan terjadi penganiayaan dan perusakan terhadap sejumlah sarana dan barang di Hotel Sultan.

Menurut Bamsoet, acara yang semula berjalan tertib lalu tiba-tiba diserbu oleh pihak yang disebutnya sebagai preman dari DPP Golkar. Sejumlah peserta diklaim Bamsoet mengalami luka-luka akibat terkena bacokan parang dan senjata tajam. Ada 14 orang yang menurutnya dibawa ke rumah sakit.

“Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk. Akhirnya panitia membuat acara di hotel Sultan ini. Di sini pun akhirnya mereka serbu juga,” sebut Bamsoet.

Dia pun meminta kepada para pendukungnya untuk tidak membalas. Bamsoet mengingatkan, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin.

“Kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita harus membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan” tutur Ketua DPR itu.

Bamsoet Sesalkan Kericuhan di Munaslub MKGR di Hotel Sultan

Bamsoet lalu menyoroti soal turunnya suara Partai Golkar dan perolehan kursi Golkar di DPR RI. Ia memaparkan, usai Reformasi 1998 bergulir, di Pemilu 1999 Golkar berhasil memperoleh 23,742 juta suara nasional (22,4 persen) dengan kursi DPR RI sebanyak 120 dari 462 (26 persen). Di Pemilu 2004, suara nasional mencapai 24,480 juta (21,6 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 128 dari 550 (23,2 persen).

Baca Juga:   Bang Yorrys Bakal Halangi Airlangga Menuju Kursi Ketum Golkar Lagi

Kemudian di Pemilu 2009, perolehan suara nasional mencapai 15,037 juta (14,5 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 107 dari 560 (19 persen). Sedangkan di Pemilu 2014, perolehan suara nasional sebesar 18,432 juta (14,8 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 91 dari 560 (16,3 persen).

“Pemilu 2019 adalah masa keprihatinan lantaran perolehan suara hanya 17,229 juta (12,31 persen) dengan perolehan kursi 85 dari 575 (14,8 persen). Turunnya suara Partai Golkar dan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2019 harus menjadi evaluasi bersama. Hal ini tidak boleh terjadi lagi pada Pemilu mendatang,” tegas Bamsoet.

Jika terpilih sebagai Ketum Golkar, Bamsoet berjanji akan melakukan pembenahan tata kelola organisasi kepartaian serta mengkonsolidasikan kembali seluruh kekuatan partai. Dengan begitu, Golkar disebutnya akan kembali berjaya di Pilkada serentak 2020 dan Pemilu 2024.

“Konsolidasi kekuatan dimulai dari memfungsikan kembali Tri Karya Partai Golkar yang terdiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), serta Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR),” ucap Bamsoet.

Dia mengatakan, Golkar akan bertambah kuat dengan memberdayakan ormas sayap partai seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Kemudian Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Majelis Dakwah Indonesia (MDI).

“Serta membangun kembali kerjasama dengan organisasi masyarakat yang dahulu dekat dengan Partai Golkar yang kini seperti diabaikan, misalnya Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI). Dengan demikian, semakin menguatkan Partai Golkar menjemput kemenangan di Pilkada 2020 dan Pemilu 2024,” urainya Bamsoet.

Dalam acara yang disebut sebagai Munaslub MKGR ini, Fahd El Fouz Arafiq diklaim ditetapkan sebagai ketum MKGR. Saat hadir di aacra itu, Bamsoet eminta para kader muda Partai Golkar dan MKGR tetap bersabar menahan diri menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di Golkar.

Baca Juga:   Jaksa Agung Tepis Prabowo: Tak Ada Dendam Politik di Kasus Ahmad Dhani

“Karena gelora jiwa muda, saya bisa memahami perasaan adik-adik yang berniat menyerbu kantor DPP Partai Golkar guna membersihkan dari oknum preman berseragam AMPG maupun aktivitas perjudian. Namun saya ingatkan, menahan diri jauh lebih mulia ketimbang nanti terjadi bentrokan apalagi pertumpahan darah,” katanya.

Bamsoet Sesalkan Kericuhan di Munaslub MKGR di Hotel Sultan

“Karena darah kalian terlalu mahal harganya, jagalah semangat itu untuk hal positf dalam menghadapi Munas Partai Golkar. Mari buktikan bahwa kita tak mengandalkan kekerasan dan intimidasi, melainkan mengedepankan cara-cara terhormat dan bermartabat,” tambah Bamsoet.

Sebelumnya, sejumlah orang yang juga mengatasnamakan pengurus MKGR mendatangi Hotel Sultan guna melakukan klarifikasi kepada pihak Hotel. Mereka melarang adanya acara yang mengatasnamakan ormas mereka.

Pendukung Ketum Golkar Airlangga Hartarto ini meminta acara yang digelar di Hotel Sultan dihentikan karena dianggap ilegal. Mereka mempersoalkan hadirnya Bamsoet di acara itu.

“Acara ilegal yang mengatasnamakan Ormas MKGR,telah dibubarkan oleh pihak kepolisian dari Polda dan Polres Jakarta Pusat bersama pihak manajemen Hotel Sultan dengan damai. Setelah kami keluar malah dilanjutkan dan bahkan dihadiri oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo,” beber Tumpal Sianipar yang menyatakan diri sebagai Waketum MKGR.