Bangganya Jokowi Bisa Foto di Bawah Burung Garuda Pancasila

Rekanbola.com –  Presiden Joko Widodo berfoto di bawah lambang burung Garuda di gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri. Ternyata foto tersebut jadi salah satu yang difavoritkan oleh Jokowi. Apa alasannya?

Ungkapan bangga bisa berfoto di bawah burung Garuda Indonesia diungkapkan Jokowi lewat unggahan di Instagram. Lewat akun miliknya @jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku foto tersebut jadi salah satu yang dia favoritkan.

“Ini salah satu foto favorit saya. Ada perasaan bangga menjadi orang Indonesia setiap berdiri di bawah Garuda Pancasila, apalagi diapit bendera Merah Putih. Kalau kamu, apa foto yang bikin bangga dan cinta jadi orang Indonesia?” tulis Jokowi lewat akun @jokowi seperti yang dilihat detikcom, Senin (12/2/2018) pukul 22.20 WIB.

Foto tersebut diunggah sekitar pukul 21.45 WIB. Saat dilihat Rekanbola, foto itu telah disukai 58.535 pengguna Instagram. Juga sudah ada 962 komentar untuk foto itu.

Untuk diketahui, foto Jokowi tersebut diambil saat Jokowi membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri. Acara digelar di gedung Pancasila, Jakarta.Tema raker tersebut adalah ‘diplomasi zaman now’. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan ‘diplomasi zaman now’ adalah representasi dari revolusi mental.

“Tahun ini kami ambil tema sangat pendek, yaitu diplomasi zaman now. Tema tersebut sangat pendek. Kata zaman now kunci segala perubahan mindset atau revolusi mental,” papar Retno.

Gedung Pancasila juga diketahui menjadi saksi lahirnya Pancasila. Informasi yang dihimpun dari situs www.kemlu.go.id, pada 1 Juni 1945, anggota BPUPKI Ir Sukarno menyampaikan pidato berisi lima sila yang diusulkan untuk dijadikan Dasar Negara Indonesia Merdeka. Kelima sila tersebut adalah: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pidato tersebut mendapat sambutan hangat dari segenap anggota BPUPKI. Mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir Sukarno itu berisi ‘Lahirnya Pancasila,’ dan ‘telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada di bawah pengawasan keras dari Pemerintah Balatentara Jepang’.

Baca Juga :

Hasil gambar untuk MInion logo