Bangladesh-Myanmar akan Gelar Pertemuan Bahas Pemulangan Pengungsi

Rekanbola.com –  Perwakilan otoritas Bangladesh berencana segera bertemu dengan otoritas Myanmar untuk membahas pemulangan pengungsi Rohingya. Diketahui, sejak Oktober 2016 ribuan pengungsi Rohingya berada di daerah perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar.

Dilansir dari Reuters, pertemuan itu direncanakan hari ini (20/2). Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi soal perwakilan otoritas Myanmar yang akan menemui pihak Bangladesh.

“Pertemuan itu akan membahas bagaimana cara membawa para pengungsi kembali ke Myanmar,” kata Komisioner Relief and Refugee Repatriation Bangladesh, Abul Kalam, Senin (19/2/2018).

Meskipun upaya pemulangan ini diupayakan sesegera mungkin, Kalam menyebut tak akan memberikan batasan waktu bagi para pengungsi untuk kembali ke Myanmar. Ia ingin para pengungsi secara sukarela kembali ke negaranya.

Oleh karena itu, Kalam pun meminta Myanmar dapat membuat situasi kondusif untuk menyambut kepulangan warga negaranya.

“Kita tidak bisa memulangkan mereka secara paksa,” ucapnya.

Sementara itu, otoritas Myanmar telah menyatakan hanya pengungsi Rohingya yang memiliki kartu ‘national verification’ yang akan diterima kembali. Padahal, gagasan kartu ini sebelumnya sudah ditolak oleh para pimpinan komunitas Rohingya. Menurutnya, Myanmar seolah menganggap warga negaranya sebagai imigran.

Salah satu pemimpin komunitas Rohingya, Dil Mohamed, menyebut seharusnya Myanmar membuka dengan tangan terbuka semua warga negara yang ingin pulang. Bahkan, pemerintah Myanmar wajib memberikan kompensasi atas segala kehilangan dan kerusakan yang disebabkan oleh konflik di Rakhine.

Ia juga menyebut, pemerintah Myanmar harus memastikan pengungsi Rohingya dapat kembali ke rumahnya masing-masing dalam kondisi aman dan terpenuhi segala hak-hak dasarnya sebagai warga negara.

“Kami ingin kembali pulang dalam keadaan selamat. Kami butuh kepastian keamanan dan seluruh hak-hak kami sebagai warga negara, termasuk status kewarganegaraan,” kata Dil.

Baca Juga:   Tergiur Kecantikan, Joko Cabuli Anak Tetangga Berusia 7 Tahun di Rumah

Upaya pemulangan pengungsi Rohingya ini mendapat perhatian besar dari Dewan Keamanan PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Kepala Pusat Informasi Publik UNHCR di kamp Rohingya, Cox’s Bazar, menilai saat ini Rakhine belum aman untuk kembali menampung kepulangan para pengungsi.

“Kami mendorong kedua negara memastikan kepulangan mereka dilakukan atas persetujuan para pengungsi dan dilakukan secara aman dan terhormat,” tuturnya.

 

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo