Banjir di Klaten, Bengawan Solo Sempat Siaga Merah

REKANBOLA – Elevasi Sungai Bengawan Solo pada Kamis (7/3) pagi terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan pantauan di pos Jurug, ketinggian air sungai terpanjang di Jawa itu mencapai 8,56 meter. Naiknya elevasi akibat hujan deras yang terjadi di hilir dan wilayah anak sungai Bengawan Solo di Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar dan Wonogiri.

Bahkan hingga pagi ini sejumlah wilayah di Wonogiri dan Klaten hujan masih berlangsung.

Petugas Pengawas Tinggi Muka Air (TMA) Unit Hidrologi, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Suharyanto mengatakan, kenaikan air Sungai Bengawan Solo terjadi sejak Rabu (6/3) sore dan terus meningkat hingga puncaknya pukul 03.00.

“Kenaikan air ini dipicu adanya kiriman air dari wilayah Klaten. Sehingga, air dengan cepat naik dan masuk status siaga merah,” ujar Suharyanto.

Menurut dia, kiriman air dari wilayah Kecamatan Bayat, Klaten sudah terjadi sejak Rabu sore hari mulai pukul 16.15 dan terus terjadi sampai dini hari pukul 03.00 WIB. Dari hasil koordinasi dengan wilayah tersebut, lanjut Suharyanto, di wilayah Klaten terjadi hujan deras yang berlangsung cukup lama. Sehingga, air dari sungai Dengkeng dengan cepat masuk ke sungai Bengawan Solo.

“Kalau cuma hujan di Kota Solo tidak banyak berpengaruh, karena alirannya beda. Yang berpengaruh ya di wilayah Klaten. Tadi memang siaga merah, tetapi perlahan air sudah mulai surut,” jelasnya.

Sementara itu, hujan deras yang terjadi di Klaten, membuat beberapa wilayah tergenang. Selain pemukiman, air hujan juga menggenangi area persawahan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bencana juga tersebar di Kecamatan Bayan, Ganti Warnock, Cawas Dan Trucuk. Tak hanya banjir namun juga angin ribut serta tanah longsor.

Baca Juga:   Pabrik Kaus di Jaksel Terbakar, 17 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Plt BPBD Klaten Dodhy Hermanu menyampaikan, pihaknya sedang melakukan upaya penanggulangan bencana di sejumlah lokasi. Antara lain dengan menyediakan ribuan karung pasir untuk menanggulangi tanggul yang jebol, serta mendatangkan alat berat.

“BPBD Klaten bersama relawan TNI/Polri bahu membahu memindahkan warga ketempat lebih aman. BPBD juga mengirim logistik ke lokasi luapan dan longsor. Kami juga mengirimkan ribuan karung pasir bantuan BBWS Bengawan Solo ke sejumlah desa yang sungainya meluap,” kata Doddy.

Pantauan di Kota Solo dan sekitarnya pukul 9.30, cuaca nampak cerah berawan. Hujan yang terjadi sejak Rabu malam sempat berhenti beberapa saat. Meski sempat terjadi hujan ringan pada pagi hari, namun saat ini cuaca kembali normal.