Bank Mandiri Cabang Sorong Jadi Kantor Pengelola Kas Titipan Terbaik di 2019

Rekanbola  —  Bank Mandiri cabang Sorong mendapat penghargaan BI Award 2019 kategori Kantor Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Ariyanto, dan Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi serta disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sulaiman menyebutkan dukungan aktif kepada Bank Indonesia juga direalisasikan perseroan dalam proses pengelolaan uang kartal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah pelosok.

“Terkait hal itu, Bank Indonesia memilih Bank Mandiri cabang Sorong sebagai Kantor Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar),” kata dia di Jakarta, Kamis (28/11) malam.

Dia menjelaskan, apresiasi ini diberikan karena salah satu kantor cabang di kawasan Indonesia Timur tersebut dianggap telah membantu Bank Indonesia dengan baik dalam menerima setoran dan menyalurkan uang kartal kepada bank-bank lokal di wilayah tersebut.

“Saat ini rata-rata limit uang kartal Bank Indonesia yang dikelola Bank Mandiri cabang Sorong mencapai Rp 300 miliar per hari,” ujarnya.

Dengan mengutamakan kualitas layanan serta koordinasi yang baik dengan Bank Indonesia, Bank Mandiri cabang Sorong telah membantu bank-bank lokal menjaga keseimbangan uang kartal di Sorong. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada saat hari raya Idul Fitri.

Penghargaan Lainnya

Selain itu, Bank Mandiri juga mendapat penghargaan kategori Bank Konvensional Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah dan Valas Terbaik serta Bank Pendukung Pendalaman Pasar Uang Terbaik.

Menurut Sulaiman, konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung BI didasari oleh komitmen perseroan untuk menjadi institusi keuangan yang berperan aktif dalam penciptaan industri finansial domestik yang kuat serta mampu mendukung ekonomi nasional.

Baca Juga:   ESDM Dikritik Tetapkan Harga Batubara Mengacu Indeks Internasional

“Dalam mendukung pengendalian moneter, misalnya, kami memiliki basis nasabah eksportir yang sangat besar sehingga mampu menyediakan kebutuhan valas di pasar. Lalu, struktur pendanaan yang sangat kuat membuat Bank Mandiri mampu menyalurkan rupiah di pasar uang antar bank sehingga fluktuasi suku bunga di pasar uang antar bank relatif stabil,” jelasnya.

Transaksi

Saat ini volume transaksi valas Bank Mandiri mencapai USD 700 Juta per hari atau hampir 35 persen dari rata-rata volume harian transaksi valas antar bank di Indonesia. Sedangkan dalam mendukung pendalaman pasar uang, Bank Mandiri aktif membantu BI mengembangkan produk-produk di pasar keuangan domestik.

Untuk transaksi repo, per November tahun ini, Bank Mandiri telah mencatatkan nilai transaksi hingga Rp144 triliun atau 52 persen dari total volume repo di pasar uang antar bank, dengan jumlah mitra perbankan 63 bank.

“Bank Mandiri juga menjadi bank pertama yang melakukan transaksi overnight index swap, dimana transaksi derivatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif produk hedging suku bunga,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bank Mandiri juga tercatat sebagai investor aktif dalam penerbitan Surat Berharga Komersial atau SBK yang dihidupkan kembali oleh Bank Indonesia sebagai alternative instrument pendanaan jangka pendek bagi korporasi. “Di tahun 2019, kami menginvestasikan Rp 100 Miliar di SBK atau hampir 45 persen dari total penerbitan SBK di pasar uang yang mencapai Rp. 220 Miliar,” tutupnya.