Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp1 Triliun untuk Proyek Tol

REKANBOLA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana untuk mengucurkan kreditmencapai Rp1 triliun kepada debitur yang akan digunakan untuk pembebasan lahan proyek TolProbolinggo-Banyuwangi. Rencananya, kredit akan dikucurkan secara sindikasi bersama empat bank lain.

Senior Vice Presiden Coorporation Banking Bank Mandiri Yusak Silalahi mengatakan total dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan tol tersebut sekitar Rp4 triliun. Nantinya, masing-masing bank akan mengucurkan kredit dengan nominal yang sama.

“Jadi proporsional semua, kami belum melakukan ada tanda tangan,” ucap Yusak, Kamis (7/2).

Bank yang akan ikut dalam sindikasi tersebut, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk. Yusak memperkirakan penandatanganan dilakukan pada semester I 2019.

“Tapi harus tanya sama operatornya lagi ya kapan target mereka,” tutur Yusak.

Diketahui, operator proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi dipegang oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Total dana investasi pembangunan infrastruktur ini sebenarnya mencapai Rp23,3 triliun dengan masa konsesi 35 tahun.

Sebelumnya, empat perbankan tadi sudah melakukan penandatanganan untuk memberikan kredit sindikasi pada akhir Januari 2019. Komitmen kredit yang dikucurkan saat itu sebesar Rp2,52 triliun, di mana masing-masing perbankan memiliki porsi sekitar Rp630 miliar.

Penandatanganan itu hanya tahap awal dari total kebutuhan dana untuk pembebasan lahan Tol Probolinggo-Banyuwangi yang mencapai Rp4,7 triliun. Bila sesuai rencana, ruas tol itu akan dibangun sepanjang 172 kilometer (km).

Sebagai informasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit infrastruktur khusus untuk jalan sebesar Rp15,9 triliun sepanjang 2018. Angka itu naik 108,1 persen dari posisi 2017 Rp7,6 triliun.

Namun, secara keseluruhan kredit infrastruktur dari berbagai sektor perusahaan tahun lalu sebesar Rp182,3 triliun. Realisasi itu di bawah dari dana maksimal yang disiapkan Bank Mandiri sebesar Rp285,4 triliun.

Baca Juga:   BUMN Diklaim Kuasai 60 Persen Produksi Minyak Domestik