Belinya Mahal, Ini Kebanggaan Punya Moge Harley

Rekanbola – Harley-Davidson menjadi simbol tersendiri bagi Amerika Serikat (AS) untuk para pemotor di seluruh dunia. Tapi bagaimana jika motor itu dibuat di luar AS? Mungkin beberapa kalangan ada yang mempermasalahkan karena rasa ‘Amerika’ pada motor Harley yang dibuat di luar Negeri Paman Sam akan berbeda.

Mereka yang menjadi penggemar berat Harley-Davidsontentunya bakal mempermasalahkan soal hal itu. Tulisan ‘Made in America’ tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mereka penggemar Harley.

“Harley merupakan salah satu merek ikonik dari Amerika layaknya Marlboro atau Budweiser,” tutur ahli merek dan branding sekaligus CEO Digo Mark DiMassimo dikutip CNBC, Jumat (29/6/2018).

Harley-Davidson sendiri baru-baru ini mengatakan bakalan memproduksi motornya di beberapa negara di luar Amerika untuk menghindari tarif impor yang bakal dikenakan oleh Uni Eropa.

Di Eropa, konsumen yang minat akan Harley-Davidson juga besar. Bahkan terbesar kedua di dunia setelah Amerika.

“Orang Eropa misalnya kalau mereka beli Harley bukan mencari performa motor melainkan merek Harley itu sendiri,” sambung Mark.

Presiden AS Donald Trump pun mendukung para penggemar berat Harley buatan Amerika supaya bisa mendapat motor Harley bertuliskan ‘Made in America’. Hal itu diungkapkannya secara pribadi lewat akun twitternya.

“Ketika saya mengundang para pejabat Harley-Davidson ke Gedung Putih, saya mencaci mereka tentang tarif di negara lain seperti India yang terlalu tinggi. Perusahaan kini kembali ke Amerika. Harley harus tahu bahwa mereka tidak akan dapat menjual kembali ke AS tanpa membayar pajak yang lebih besar!” ungkap Trump.

 

( Sumber : Oto.detik )

Baca Juga:   Suzuki Lebih Pilih Pebalap Baru dari Moto2