Berkat BTS, Korea-China Kembali Romantis dan Raup Rp 1,6 T

REKANBOLA – Dua tahun lalu bisnis Kpop di China sempat suram, akibat larangan yang diterbitkan oleh pemerintah negeri tirai bambu yang menilai ekspansi bisnis budaya asal Korea Selatan ini sudah di luar batas.

Namun, gelombang Korea ini memang tak bisa dibendung. Seperti namanya “Hallyu” atau Korean Wave, bisnis hiburan Korea tetap membanjiri China. Apalagi dengan masuknya artis-artis Kpop ke pentas musik global.

Ibaratnya, saat satu pintu ditutup banyak jendela terbuka lebar. Membuat pemerintah China akhirnya mencabut larangan tersebut. Begitu pintu kembali dibuka, boyband dan girlband Korea pun kembali membanjiri China. Salah satunya yang gencar dan sulit dibendung adalah boyband BTS.

Mengutip data Bank of Korea pada 12 Mei, BTS yang mengembalikan tren Kpop ke China ini membuat transaksi audiovisual dari negara tersebut kembali surplus.

Untuk kuartal pertama tahun ini (Januari-Maret), dari sektor audiovisual mendatangkan US$ 114,7 juta atau Rp 1,6 triliun. Angka ini sedikit lagi menyamai capaian di 2016 kuartal III yang mencapai US$ 132,4 juta atau Rp 1,9 triliun.

Kuartal III-2016 adalah waktu terakhir sebelum China melarang kegiatan hiburan Kpop di negerinya.

Melihat angka surplus Q1 tahun ini yang disebutkan di atas, para pakar ekonomi menyimpulkan bahwa aliran hubungan Korea-Cina yang mantap kembali ke hari-hari sebelum larangan dan popularitas global BTS yang membantu mengembalikan angka tersebut.

Baca Juga:   11 Cara Simpel yang Bisa Bikin Tampilan Terlihat Elegan