Bersama Astra Warga ‘Kampung Berseri’ Semangat dan Gembira

Rekanbola – Kehadiran sang pemerhati yang peduli, ramah kepada semua suku sangat diharapkan segenap lapisan masyarakat. Bukan persoalan dari mana mereka datang, tapi yang terpenting, kehadiran sosok tersebut bisa menjadi sang penolong.

Seperti itulah kehadiran Astra. Masyarakat yang mendapat kucuran bantuan jelas merasa gembira, terutaman dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya, selain salurkan bantuan, Astra juga mendukung keasrian di sekitar warga.

Astra sudah menjamah seluruh wilayah di Indonesia. Mereka hadir di salah satu perkampungan dan membentuk kawasan tersebut menjadi Kampung Berseri Astra (KBA). Dari 77 Kampung Berseri Astra yang tersebar, salah satunya Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai Sumatera Utara.

Berlokasi di Jalan Sabit, Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Kampung Berseri Astra terlihat nyata di sana.

Terdapat 438 kepala keluarga (KK) dengan beragam kegiatan, mulai dari pekerja kantor, petani, peternak, pedagang, tenaga medis, hingga tenaga pengajar.

Kerajinan Tangan Siti Nurbaya Sianturi Jadi Pusat UMKM

Dengan keberagaman karakter dan suku, kolaborasi Astra untuk menjadikan kampung itu lebih baik bisa dicapai. Kondisi perkampungan rapi dan asri terlihat jelas di kawasan itu.

Warga di sana semakin peduli pada lingkungan, kesehatan, kewirausahaan bahkan dunia pendidikan yang diintegrasikan Tim Astra.

Seperti ibu Siti Nurbaya Sianturi. Meski usianya sudah tidak muda lagi, namun wanita berusia 62 tahun itu tetap eksis melakoni usaha pernak-pernik dari bahan akrilik yang ia buat.

Rosmida Sianturi dengan beberapa hasil kerajinan akrilik. (Rekanbola.com)

Bersama Astra, pemasaran akrilik dengan aneka rupa seperti, bunga, kalung, mainan kunci, tempat pot bunga, tempat minuman mineral, tempat kue, tempat persembahan dan masih banyak lagi sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke Negeri Jiran Malaysia.

Rumah Ibu Siti kini menjadi pusat UMKM di Binjai Utara. Astra ikut berperan membantu pemasaran dan pengelolaannya.

Bisnisnya yang kian maju, juga menggalang warga yang di sekitar tempat tinggalnya di Lingkungan 6, Cengkeh Turi Binjai Utara, untuk menghasilkan uang tambahan.

Warga di sana bisa kerja ‘nyambi’ untuk membantu membuat pernak-pernik Ibu Siti dengan sistem borongan, sesuai arahan motif yang akan dibuat.

“Kami juga pasarkan di Swalayan Asia King di Jalan Husni Thamrin No 44 Binjai Utara. Dan terkadang, pembeli datang ke rumah ini. Pekerjanya sebagian warga sini,” kata Rosmida Sianturi (37), menantu Ibu Siti saat ditemui di kediamannya.

Hasil kerajinan Smok (sarung bantal Jepang) yang sudah dipasarkan ke luar negeri. (Rekanbola.com)

Kesehariannya, Ibu Siti kerap dibantu menantunya. Namun, kalau sedang mengadakan event atau pemasaran barang hasil karyanya ke Malaysia, ia lebih sering ditemani anak lelakinya.

“Saya masih di Penang (Malaysia),” sebut bu Siti sewaktu dihubungi, Sabtu (8/12/2018).

Membuat Toga dan Lingkungan Bestari

Selain Bu Siti, selaku wirausahawan yang berkecimpung dengan hasil karya seni dan sempat memperoleh sejumlah penghargaan dari Presiden RI, Gubernur, bahkan pejabat luar negeri, Astra juga memperhatikan pilar lain di lingkungan kampung itu.

Warga pendatang pasti merasakan kesejukan, keindahan dan keasrian ketika memasuki Kampung Berseri Astra di Jalan Sabit, Cengkeh Turi, Kota Binjai.

Warga membersihkan lingkungan dan budi daya tanaman serta merawat Toga (Tanaman Obat Keluarga). (Rekanbola.com)

Menuju Jalan Sabit, gapura terpampang memasuki kampung itu dengan tulisan ‘Cengkeh Turi Kampung Berseri Astra Binjai Utara’.

Begitu memasuki wilayah itu, kita nyaris tak melihat ada sampah yang berserakan. Tanaman, bangunan yang rapi dan lingkungan serta adanya taman yang bersih.

“Dulu taman ini memang sudah dibuat oleh pihak Pemko, namun perawatan dan semakin dirapikan oleh Astra,” kata warga di sana.

Astra dan timnya juga mengembangkan Toga (tanaman obat keluarga). Tentunya dengan menggandeng masyarakat sekitar untuk bersama-sama menanami tumbuhan obat.

Hasilnya bukan hanya masyarakat sekitar yang dapat menikmatinya, bahkan warga lain ataupun tamu yang datang ke kampung itu, boleh membawa tanaman itu jika memerlukannya.

Kegiatan itu tentu didukung pemerintah setempat. Bahkan Kepala Lingkungan 6, Tri Suci Ariati, amat merasakan dampak kehadiran Astra dalam perubahan di lingkungannya.

Pertemuan awal dengan pihak Astra pada tahun 2015 akhir, membuatnya yakin bahwa Astra mampu berkolaborasi dengan warga dalam membantu dirinya sebagai perangkat desa/kelurahan.

Apalagi, Tim Astra kala itu bersama Bu Yeni, sangat senang dengan sikap Bunda–sapaan ibu Tri Suci Ariati–yang peduli dengan pendatang (kehadiran tim Astra), dengan menanyakan maksud tujuan Tim Astra yang tengah memantau wilayah untuk dijadikan KBA.

Baca Juga:   Miris, pria ini meninggal usai kepalanya terjepit kursi bioskop VIP
Tanaman Obat Keluarga (Toga) hasil jerih payah warga KBA Jalan Sawit. (Rekanbola.com)

Dari hasil perbincangan tersebut, terjalin komunikasi hingga beberapa kali pertemuan. Beberapa bulan setelahnya, Astra akhirnya ‘klop’ memilih Binjai Utara jadi salah satu kawasan Kampung Berseri Astra (KBA). Kesepakatan pun terjalin dan tercetus pada 2016 yang didukung penuh oleh warga. Sejak itu, Tim Astra rutin hadir di masyarakat.

“Kemarin kawasan kami ada kena puting beliung, sehingga kursi taman banyak yang rusak tertimpa pohon, Astra-lah yang merapikannya,” kata Bunda.

Selain itu, Astra juga hadir dalam memberikan berbagai macam pelatihan dan kewirausahaan. Seperti pelatihan ‘Safety Riding’ kepada warga.

Astra ingin warga di sana mengetahui betul menggunakan kendaraan dan menghindari serta mengetahui berbagai larangan berkendara. “Mereka juga ngasih ilmu ke warga,” tuturnya.

Astra Peduli Kesehatan

Di bidang kesehatan Astra juga hadir mendampingi warga. Dalam menjaga kepedulian kesehatan masyarakat sejak dini, Astra ikut berpartisipasi dan memperhatikan kesehatan warga.

Selain pemanfaatan dari pembuatan tanaman obat keluarga (Toga), salah satu upaya Astra sejak dini adalah penerapan Posyandu. Mulai dari penyediaan timbangan bayi, tempat duduk bagi warga yang menunggu antrean, Astra juga menyediakan alat kesehatan bagi masyarakat.

Posyandu yang terletak di Jalan Sisir dan masih berada di kawasan lingkungan 6, membuat warga merasa sangat senang.

“Project Astra di sini 5 tahun dan ini sudah berjalan 3 tahun. Selama ini, hubungan warga dan Astra sudah banyak terbangun. Untuk kewirausahaan seperti Bu Siti. Kesehatan, dari fasilitas Posyandu hingga pengadaan Toga, semua bisa menikmatinya. Bagi anak-anak sekolah juga ada. Bentuk saluran Astra di kawasan kami ini memang nyata,” ungkap Bunda.

Beasiswa dan Motivasi Anak Sekolah

Di bidang pendidikan, Astra juga tak mau ketinggalan. Mereka tau betul, anak-anak dini harus diajarkan sikap baik dan semangat bersekolah yang sangat penting.

Di Lingkungan 6 itu, terdapat SD Negeri 028067. Sedikitnya ada 35 anak didik di lingkungan 6 yang mendapatkan bantuan. Baik dari tingkat SD, SMP, hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Terbantulah warga, apalagi yang kurang mampu dari segi ekonominya. Siswa SD per smester dikasih biasiswa sekitar Rp450.000, SMP Rp640.000 dan SMA Rp750.000. Anak-anak langsung menerimanya setiap semester. Mereka dibuatkan rekening pribadi masing-masing,” jelas Bunda.

Kegiatan drum band sekolah. (Rekanbola.com)

Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Dio Aji Nugraha (17). Selama 3 tahun Astra hadir di kawasan tempat tinggalnya, ia sudah terpilih mendapatkan beasiswa sekolah. Bantuan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya semangat dan semakin terpacu untuk bersekolah.

Induk semang, sekaligus orangtua asuh yang menanggung pendidikan Dio juga sangat terbantu. Cita-citanya untuk berlanjut sekolah pun semakin terpacu.

“Saya jadi semangat lagi sekolah. Soalnya saya gak harus memberatkan orangtua asuh saya. Sedang ibu dan bapak kandung saya sudah pisah dan tidak lagi tinggal di sini. Setelah kegiatan sekolah, saya kesehariannya membantu ibu berjualan sayur,” kata Dio, yang mengaku berniat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Ia berharap, Astra terus hadir hingga ia kuliah ke perguruan tinggi. Angan dan cita-cita menjadi seorang polisi sudah ada di benaknya.

“Rencananya saya mau kuliah lagi sesuai jurusan di sekolah yaitu bagian informatika komputer. Yah, kalau bisa jadi polisi, tapi kalau gak kerja di bagian desain grafis atau komputer gitu,” harapnya.

Selain Dio yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA, ada Anissa Sya’bani (16), yang mendapatkan bantuan beasiswa dari Astra sejak SMP kelas 3. Saat ini, gadis berhijab itu sudah duduk di kelas 2 di SMA Negeri 5 Kota Binjai.

Anissa merasa amat senang karena bantuan Astra setiap semester membuat dia tak putus asa untuk berkompetisi di sekolahnya. Cita-citanya sebagai guru dan arsitek kini mulai terbayang di benaknya.

Dengan bantuan itu, orangtuanya yang hanya sebagai buruh pabrik, tak harus memutar otak untuk membiayai sekolahnya.

Motivasi dan semangatnya bersekolah jelas meningkat. Bahkan hingga sekarang, nilai rapornya cukup bagus. Annisa tetap masuk peringkat 10 besar di sekolahnya.

“Senang kali, karena terbantu perekonomian orangtua dan bisa membeli kebutuhan sekolah. Saya semakin terbantu belajar, saya termotivasi lagi belajar. Saya kalau dapat uang itu, saya bisa beli buku, tas dan baju sekolah. Untuk biaya lainnya, saya di sekolah negeri digratiskan,” kata Anissa.

Pun demikian, kebutuhan lain dirasa memang semakin bertambah di kala usia dan jenjang pendidikan yang kian lanjut. Namun, anak ragil dari 5 bersaudara itu dirasa cukup puas dan terbantu.

Baca Juga:   Para Pemain La Liga Menolak Main di Amerika Serikat

Harapannya juga sama seperti Dio. Astra terus menggalang anak-anak dengan niat belajar kuat seperti mereka.

“Kurang sih masih, tapi alhamdulillah bisa terbantu. Kan anak mamak 5, saya anak paling kecil. Jadi, hanya saya yang masih bersekolah. Ayah dan mamak gak terbebani kali. Nanti kalau bisa nyambung ke perguruan tinggi, saya mau juga coba di STAN atau jadi guru,” bilangnya.

Astra bagi Sekolah dan Murid

Tak hanya bagi para murid, kehadiran Astra juga dirasakan pihak SD Negeri 028067 yang berada di sana. Bentuk kepedulian Astra begitu nyata dalam membangun minat belajar. Selain itu, Astra juga datang ke sekolah dengan mempercantik bangunan dan lingkungan sekolah.

Bahkan di saat adanya kerusakan gedung sekolah, Astra senang hati merapikannya. Seperti perbaikan dinding pagar sekolah, pembuatan paving blok, hingga kegiatan anak-anak seperti drum band dan pembuatan gerobak buku keliling guna membangun minat belajar anak SD.

Bangunan sekolah setelah mendapat sentuhan Astra. (Rekanbola.com)

Gerobak buku bukan hanya untuk anak SD, tapi ada juga buku buat SMP, SMA bahkan bagi ibu-ibu dan orangtua serta pelaku wirausaha. Karena terdapat 500-an buku yang dipersiapkan Astra dan boleh dipinjamkan.

Dalam hal itu, warga juga mendukungnya. Salah seorang pelajar remaja bernama, Dini sampai rela mendorong gerobak buku itu ke taman, tanpa digaji. Hal itu dilakukannya setelah melihat kegigihan Astra, sehingga rasa pedulinya juga semakin bertambah.

Namun, seiring waktu karena sudah diketahui seluruh masyarakat lingkungan 6, Dini saat ini hanya menjaga gerobak buku dan melayani anak-anak serta peminjam buku di rumah Kepling. Karena gerobak itu terletak di situ dan ada tempat duduk di rumah Bu Kepling.

“Sekarang gerobak ini mangkalnya di rumah saya. Si Dini juga yang melayani anak-anak atau peminjam buku. Dia yang pegang kunci gerobaknya. Biasa anak-anak dan pembaca menggunakan amben (tempat duduk) di halaman depan rumah saya ini,” sebut Bunda.

Murid-murid SD di sana rajin mendatangi rumah Bunda. Sambil bermain, mereka ikut belajar. Satu demi satu hingga keberanian menjadi kebiasaan yang diikuti teman lainnya.

Manfaat Astra di Dunia Pendidikan

Peningkatan juga terjadi pada anak didik di SD Negeri 028067. Kualitas dan kuantitas SD itu kini jadi perhatian, sehingga minat orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di SD tersebut semakin tinggi.

“Pastinya Astra sangat bermanfaat buat SD kita. Murid kita juga makin bertambah. Biasa sekitar 240 siswa, ini sekarang hampir 270-an. Ada 37 siswa dari SD, SMP dan SMA yang dapat beasiswa di kampung ini. Sebelas murid adalah di SD kita,” kata Nurhalimah SPd, Kepala SD Negeri 028067, Jalan Sabit, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara.

Para guru di SDN 028067, Jalan Sabit, Kelurahan Cengkeh Turi Turi, Binjai Utara. (Rekanbola.com)

Selain bantuan bentuk fisik gedung sekolah dan beasiswa kepada muridnya, terkadang, Astra ikut memberikan berbagai pelatihan pada murid.

“Siswa per semester dibawa ke AUTO 2000 memperkenalkan apa yang ada di sana. Seperti kunjungan gitu. Ruang sekolah juga dibuat gambar agar anak-anak semakin bersemangat belajar,” imbuh Kepsek.

Seperti yang dirasakan Dovan, sis wa kelas 4 SD, Acel Syahputra, siswa kelas 4B, dan Rezi siswa kelas 3 yang bersekolah di situ. Mereka mengaku termotivasi dan semakin bersemangat ke sekolah.

Kata mereka, sekarang sudah banyak hiasan/gambar yang dibuat Astra yang semakin memperindah sekolah. Bahkan, sepulang sekolah dan waktu bermain, mereka menyempatkan datang ke rumah Bunda (Kepling) untuk membaca dan meminjam buku dari gerobak buku Astra.

Hal itu membuat para orangtua ikut senang di kala mengantar jemput anak mereka yang bersemangat ke sekolah.

Anak-anak juga jadi terbiasa dengan lingkungan sekolah yang bersih. Mereka selalu diajarkan agar mengutip sampah yang terlihat. Apalagi sampah dari jajan mereka sendiri.

Kantin sekolah juga mengajarkan anak-anak hal itu. Bahkan SD Negeri 028067 yang dipimpinnya dapat kesempatan berkompetisi menjadi sekolah terbaik dari 5 sekolah se-Kota Binjai. Seperti pada tahun 2004, sekolah ini mendapat rangking 1 akreditasi se-Sumatera Utara.

“Karena bersih, sekolah kami mendapat Adiwiyata Nasional dan akan menuju ke Adiwiyata Mandiri. Sekolah kita juga baru aja dinilai mau menuju sekolah kantin sehat Bintang 1 dari Propinsi. Do’akan ya moga tercapai,” harap Bu Kepsek.

Baca Juga:   Capres Turki Muharrem Ince Janji Pulangkan 4 Juta Warga Suriah
Siswa saat melaksanakan kegiatan bersih-bersih di sekolah. (Rekanbola.com)

Maka dari itu, Nurhalimah SPd selaku pimpinan di SD Negeri 028067 Jalan Sabit, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, sangat bersyukur adanya kerjasama dengan Astra.

Ia mengaku, seluruh program Astra sangat positif sekali buat sekolah dan seluruh masyarakat di Lingkungan 6.

Astra Motivator Siswa

Astra bagi dunia pendidikan adalah sebagai motivator. Tak hanya pada setiap murid, juga para guru. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah juga didukung, bahkan sampai tingkat Nasional.

Salah seorang murid bernama Yong Zahra Carona, sampai menginjakkan kaki ke Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili sekolah SD se-Sumut mengikuti study banding.

Zahra, sapaan siswi kelas VI SD Negeri 028067 itu juga mendapatkan beasiswa per smester. Di samping kepintarannya, Astra juga mendeteksi murid kurang mampu yang berhak mendapat beasiswa.

Siswa saat mengikuti Studi Banding ke Nusa Tenggara Timur. (Rekanbola.com)

Artinya, meski kehidupan ekonomi yang kurang, namun semangat anak belajar kuat dan itu ditunjukkan dari ranking dan prestasi.

“Yang mendapatkan beasiswa wajib pintar dan kurang mampu. Zahra salah satunya. Saya ikut membawanya study banding ke NTT dan mengikuti lomba cerdas cermat serta olahraga. Para murid di sana dikumpulkan dari keseluruhan Indonesia yang tergabung di Kampung Berseri Astra pada 2017 lalu,” pungkasnya.

Itulah tujuan Astra. Sasarannya terdiri dari 4 pilar yang dirasakan masyarakat, yakni dunia pendidikan, kesehatan, kewirausahaan (UMKM) dan lingkungan.

– Pilar pendidikan yaitu membangun fasilitas yang dibutuhkan. Seperti yang telah dilakukan Astra yaitu; membantu oembuatan tembok sekolah, memberikan gerobak buku, revitalisasi perpustakaan, ‘Students Goes to Astra’ untuk memperluas pengetahuan siswa dan guru, Astra Berbagi Ilmu, Permainan Tradisional dengan siswa/i, perbaikan jalan dan halaman sekolah, mural edukasi, beasiswa dan program lainnya.

– Pilar Kesehatan, Astra melengkapi fasiliatas Posyandu, mendukung kegiatan Posyandu setiap bulan, pemeriksaan kesehatan gratis (gula darah, kolesterol), pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis, hingga pembangunan ruang periksa.

– Pilar Lingkungan, Astra ikut melakukan penanaman pohon, pembuatan apotik hidup, budi daya hydroponic, kampanye perilaku hidup yang bersih dan sehat, gotong royong warga, serta lainnya.

– Pilar UMKM, Astra mendatangi masyarakat untuk training pembukuan secara akuntansi, training pemasaran OL Shop, support pameran UMKM ke Penang Malaysia, serta support promosi produk UMKM.

“Hal ini sebagai implementasi dari Catur Dharma Astra, yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi nusa bangsa. Kegiatan CSR salah satunya,” sebut Rutlija Silitonga, selaku Head di IBID – Balai Lelang Serasi Medan – Member of Astra.

Dalam mewujudkan itu, seluruh tempat yang dijadikan Astra terpilih jadi KBA mendapatkan support dari pemerintah setempat dengan sangat baik. Pemerintah setempat ikut mendukung dan memperhatikan.

Selama 2 tahun berjalan KBA di Binjai Utara,Astra juga melihat kemandirian dalam 4 pilar yang dituju semakin dibangun. “Bertambah baik setiap tahunnya. Pilar Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan UMKM,” tandasnya.

Tak sampai di situ, Astra juga memberi peluang kerja bagi para penerima beasiswa. Intinya, program yang dibuat Astra bisa dirasakan bagi siswa/siswi di masa depan.

“Astra terbuka untuk setiap orang yang melamar ke perusahaan Astra. Khususnya untuk siswa/i yang saat ini diberikan beasiswa,” tegas Rutlija Silitonga.

Pasalnya, saat ini mulai tingkat SD sampai dengan SMA, beasiswa Bestari, selama 12 tahun. Jika lulus perguruan tinggi negeri, Astra memperbolehkan pengajuan ke jenjang perkuliahan.

Namun bagi anak putus sekolah yang saat ini sudah usia produktif, Astra wacanakan untuk belajar di UMKM. Tujuannya supaya mereka punya produktivitas.

“Harapan kita, mereka tetap semanagat sekolah, berprestasi dan bisa berkarya di manapun yang mereka inginkan,” pungkas Rutlija Silitonga, selaku Head di IBID – Balai Lelang Serasi Medan – Member of Astra.

Selama ikut membangun dan mendorong masyarakat agar lebih baju, Astra yang melakukan kontrak per lima tahun dalam membuat Kampung Berseri Astra akan lebih memperluas kawasan ke daerah lain.

Untuk itu, setiap daerah sudah menanti. Berharap, Astra juga hadir di Kota Medan dan kawasan Deli Serdang.

Semoga Astra semakin dicintai dan diharapkan masyarakat dan terus membantu masyarakat agar lebih pintar, mandiri, bersemangat serta tak hentinya hadir di masyarakat dengan program-program yang ada bahkan tambahan lainnya. (*)