Bertemu Jokowi, Sekjen 9 Parpol Janjian Pakai Kaus dan Sneakers

NEWS

Please enter banners and links.

REKANBOLA – Presiden Joko Widodo dan 9 sekjen parpol koalisi bertemu dengan memakai dress code kaus dan sneakers. Alasannya, mereka ingin menunjukkan suasana santai dan kekompakan.

Sekjen PPP Arsul Sani mengungkap para sekjen janjian untuk memakai dress code tersebut. Sebab tema pertemuan adalah casual.

“Para sekjen sepakat pakai t-Shirt warna masing-masing partai dan jeans atau denim dengan sepatu kets atau sneaker. Biar nggak kalah set sama presidennya,” ujar Arsul kepada detikcom, Selasa (31/7/2018).

Arsul membantah koalisi Jokowi ingin menyaingi kubu sebelah yang identik dengan suasana formal. Arsul yang jarang memakai pakaian sporty, mengaku harus meminjam kaus dan sepatu anaknya sebab kesepakatan dress code dilakukan secara mendadak.

“Nggak lah, masak soal pakaian aja mau berkontestasi, hehe,” sebutnya.

“Sepatu pinjam dari anak saya yang SMA, ngaku deh saya pakai kaus dan sepatu anak,” imbuh Arsul.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen NasDem Johnny G Plate. Menurutnya, dress code muncul dalam aksi spontan. Dia juga mengungkap makna dari dress code itu.

“Itu bentuk warna-warni dan keberagaman Indonesia, berbunga-bunga. Kita ingin pertemuan santai, tapi pembicaraan fokus dan serius. Kita ingin menunjukkan kita ini santai, ramah dan kompak. Selain itu, mencerminkan generasi milenial,” sebut Johnny dalam perbincangan terpisah.

Johnny lalu mengungkap soal isi pembicaraan yang dilakukan sambil makan malam itu. Poin pertama adalah soal capaian kabinet Presiden Jokowi dalam periode pertama ini.

“Itu diperlukan nanti ketika kami menyusun program untuk visi misi, pembicaraan kedua adalah tindak lanjut pertemuan kemarin,” ujar Johnny.

Tak hanya itu, ada pesan-pesan khusus dalam pembicaraan para sekjen dengan Jokowi. Hal yang paling disoroti, kata Johnny, adalah soal Pemilu 2019 agar bisa berjalan dengan damai.

“Supaya pemilu bisa diwarnai suasana damai, penuh silaturahim, yang jadi ciri khas demokrasi, capres dan koalisi tetap harus membangun relasi yang baik dengan pemimpin sebelah. Cita-citanya agar demokrasi bisa berjalan dengan kualitas silaturahim, bukan pertempuran menang kalah, karena yang menang rakyat,” paparnya.

Kontestasi saat ini disebut Johnny merupakan bentuk mencari pimpinan, bukan untuk berseteru. Dia berharap Pilpres 2019 nanti tidak dicederai dengan bentuk-bentuk yang menyalahi norma-norma.

“Bukan jor-joran politik yang saling menghacurkan, memfitnah, merendahkan. Kalau saling cerca satu sama lain nanti yang direndahkan bangsa dan rakyat sendiri, ini tidak kita harapkan. Dengan kita kedepankan politik yang berintegritas,” sebut Johnny.

“Jangan sampai eksplotasi SARA berlebihan, menggunakan hoax hanya untuk konstestasi, rusak nanti negara kita ini,” tambah anggota DPR RI itu.

Selain Johnny dan Arsul, sekjen parpol yang makan malam dengan Jokowi adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.

Yang unik, para sekjen parpol itu tampak memakai pakaian serupa. Mereka memakai kaus berkerah dengan jins. Beberapa di antaranya memakai kaus berkerah dengan logo parpol yang dilengkapi jaket berlogo parpol pula.

Outfit santai itu dipadukan dengan sneakers. Tampak Raja Juli Antoni, Arsul Sani, dan Verry Surya Hendrawan memadukan penampilan santai itu dengan peci. Jokowi memakai kemeja putih dengan sneakers Nike abu-abu. Saat di restoran, pertemuan tampak santai.

 

( Sumber : detik.com )