BI Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Majukan Kawasan Wisata Danau Toba

Rekanbola – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, gencar mempromosikan kawasan Danau Toba sebagai ikon wisata lokal. Sebagai bentuk keseriusannya, BI Kantor Wilayah bagian Sumatera Utara berkolobrasi dengan pemerintah provinsi, pelaku usaha, investor serta warga (Gapoktan), di Kabupaten Toba Samosir, khususnya kawasan di pinggiran Danau Toba, Parapat, Simalungun.

Guna membantu pengembangan taraf perekonomian serta tingkat pendapatan dan regulasi keuangan di Kawasan Wisata Danau Toba, BI telah banyak mengikutsertakan masyarakat setempat untuk ikut memberi andil, khususnya di bidang pertanian, UMKM, pelestarian budaya dan wisata.

Di bidang pertanian, BI berperan aktif dalam membentuk serta memajukan para petani di kawasan Danau Toba.

Meski begitu, pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba, kolaborasi BI dirasa belumlah cukup apabila seluruh lapisan tidak mendukung. Sebab, perubahan kepada kemajuan sangat mempengaruhi minat investor, pengunjung, sampai wisatawan macam negara.

“Kami berharap, kita semua mempromosikan kegiatan kita ini. Karena dalam memajukannya harus bersama ikut andil. Untuk BI, kita sudah bergerak ke seluruh lapisan,” jelas Kepala Devisi Pengembangan dan Ekonomi BI Sumut Demina Sitepu kepada 72 wartawan dalam acara pelatihan wartawan ekonomi Sumatera Utara di Hotel Inn, Parapat, Kamis (15/11/2018) sore.

Sentuhan BI dalam memajukan kawasan di daerah, termasuk Danau Toba, mengincar sasaran klaster ketahanan pangan. Tujuannya adalah pengendalian inflasi yang mengarah ke harga pangan.

“Di Desa Sigapiton (Kabupaten Toba Samosir), bantuan kami telah kita realisasi. Dua ton bibit cabai kita serahkan kepada 2 kelompok Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), karena ini termasuk pengendalian inflasi. Dan, Desa Sigapiton ini akan kita jadikan tempat wisata di Kawasan Danau Toba,” papar Demina.

Baca Juga:   Diterjang Badai, Ada Kapal Kecelakaan Lagi di Danau Toba

Khusus di bidang parawisata, BI juga sudah merangkul berbagai bidang bersama masyarakat di sana. Untuk itu, kerjasama berbagai pihak paling penting, sehingga berbagai aspek budaya lokal di Danau Toba bisa deketahui dan dikembangkan sebagai daya tarik bagi wisatawan.

Tak hanya budaya ataupun bidang pertanian saja, seni, keterampilan berwirausaha (UMKM), kuliner dan tempat-tempat wisata sampai penginapan/hotel turut dimajukan BI dalam prospek pengembangan kemajuan pendapatan di sana. Sampai-sampai usaha pengembangan wisata lokal Danau Toba, sudah dipublish oleh BI lewat media digital.

Hal ini bertujuan sebagai bentuk penyelaras di era digital yang bisa menarik minat pelancong, sekaligus memberikan pelatihan terhadap masyarakat umum, lembaga pemerintah, sosial, mahasiswa dan lainnya mengikuti Training ‘GO DIGITAL-GO Danau Toba selama 2 hari yang dilaksanakan pada 16 dan 17 November 2018 (Jumat-Sabtu) di Auditorium Institut Teknologi Del-Laguboti.

“Dalam pengembangan wilayah wisata ini, kita adakan traning dan membuat aplikasi yang dinamakan ‘TobaSmile’. Aplikasi ini bisa diunduh dari handphone dengan cara registrasi (gratis) melalui apps/aplikasi TobaSmile dari Google Playstore,” jelasnya.

Di program training ini, peserta akan dibekali kemampuan Go Digital yang menyangkut membangun Visi Digital, Budaya Digital dan Kapabilitas Digital untuk memanfaatkan digitalisasi bagi pengembangan bisnis/profesinya.

Secara teknis akan dibekali juga dengan kemampuan mengembangkan sosial media, chat app, website mini, pemanfaatan platform market place digital serta membangun konten digital dan dasar digital marketing sebagai senjata utama untuk memenangkan persaingan.

“Tentunya, trainer program ini adalah praktisi yang berpengalaman di bidangnya. Jadi, bagaimana kita lakukan agar kawasan Danau Toba ini bisa dipromosikan agar orang-orang datang kesini,” pungkasnya. (vin)