BNI Tokyo Beri Kredit Rp 4,76 T hingga Juni, Naik 37%

Please enter banners and links.

REKANBOLA –   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI cabang Tokyo berhasil menyalurkan kredit sebesar US$ 340 juta atau Rp 4,7 triliun (kurs Rp 14.000) sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Jumlah kredit ini tumbuh 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang sebesar US$ 247 juta atau Rp 3,4 triliun.

Demikian disampaikan oleh General Manager BNI Cabang Tokyo Ario Bimo saat ditemui di Tokyo, Jepang, seperti ditulis Sabtu (28/7/2018).

Bimo mengatakan capaian tersebut terbilang baik jika melihat kondisi global dan ekonomi yang belum konsisten. Satu-satunya bank BUMN yang ada di Jepang itu juga harus bersaing dengan bank-bank lokal yang punya kemampuan pendanaan yang lebih matang dibanding perseroan.

“Nanti memang ke depan kita mau fokus ke bisnis kredit, baik perusahaan Indonesia dan Jepang,” katanya.

Adapun portofolio kredit perseroan di Tokyo lebih banyak disalurkan ke perusahaan Indonesia yang punya bisnis di Jepang. Namun perseroan juga tengah membidik lebih banyak perusahaan-perusahaan lokal yang berinvestasi di Indonesia dengan orientasi ekspor.

Hingga saat ini, perseroan sudah menyalurkan kredit ke 16 perusahaan lokal. Selain itu, ada sejumlah perjanjian kredit lokal lainnya yang akan disepakati sampai akhir 2018.

“Kontribusi masih kecil, belum kelihatan. Tapi intinya dari manajemen, kita itu bisnis kredit bisa berkontribusi 20% dari total,” katanya.

Sebagai informasi, BNI Tokyo mulai menjadi kantor cabang sejak tahun 1968. BNI Tokyo membawa misi bridging Indonesia and Japan, seperti tercermin dari perannya sebagai penghubung/liason, khususnya bagi perusahaan-perusahaan Jepang berskala kecil-menengah yang berinvestasi di Indonesia.

Produk BNI Tokyo terdiri dari layanan kiriman uang, tabungan, kredit investasi, kredit modal kerja, trade finance dan produk-produk tresuri.

 

 

  • ( Sumber : detik.com )