BNN Jateng bongkar peredaran sabu dikemas plastik permen

Rekanbola.com –  Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah mengungkap peredaran narkoba jenis sabu. Untuk menyamarkan, sabu yang ditimbang per satu gram tersebut dikemas dengan plastik permen.

Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan modus tersebut digunakan oleh kurir bernama ER alias John. Warga Gladagsari, Ampel, Kabupaten Boyolali tersebut telah enam bulan mengedarkan sabu yang dibungkus plastik permen.

“Dari tangan John ini, petugas menyita sabu seberat 1 kilogram dalam kemasan teh China yang belum dibuka,” jelasnya, Senin (6/2).

Selain itu, ada juga 19 paket siap edar dalam bungkus permen, sabu 5 gram sebanyak 3 paket, sabu satu gran sebanyak 54 paket, dan 9 paket sabu yang disimpan dalam bungkus permen polos. Total, sabu yang disita seberat 1,1 kilogram. Selain sabu, BNN juga mengamankan senjata airsoft gun dan enam peluru, sepeda motor Yamaha Fino, serta tiga handphone, dan timbangan elektrik.

Tri Agus mengatakan selain modus baru John juga pintar bersembunyi. Dia kos di daerah wisata Kopeng, Kabupaten Semarang.

“Dia itu sulit terdeteksi karena bangunan kos bukan permanen dan tinggal di satu-satunya kamar yang disewakan, serta menyatu dengan rumah induk,” tegasnya

Dia sengaja mencari lokasi yang tersembunyi di antara kebun bunga agar tidak terpantau aparat. Dalam beroperasi, John diperintah oleh Jiun, napi di Lapas Narkotika Grasia Pakem, Kabupaten Sleman.

“Sabu 1,1 kilo itu merupakan sisa. Dia sudah mengedarkan 2,9 kilo sabu dalam satu bulan ini,” kata Tri Agus. Daerah peredarannya ada di Klero, Getasan, Bawen (Kabupaten Semarang), Tingkir (Kota Salatiga), dan Boyolali. John juga mengirim sabu ke Jakarta dan Halmahera.

Baca Juga:   Sopir Angkot Tanah Abang Kembali Demo Tutup Jalan Jatibaru

Tri Agus mengungkapkan cara John untuk bertransaksi dengan meletakkan sabu di sebuah alamat, kemudian akan memandu pembeli melalui telepon.

“Polanya sel terputus, antara kurir dan bos tidak saling mengenal. Dia mengaku tidak tahu pembeli dan atasannya, hanya menjalankan perintah untuk mengirim dan packing,” ungkapnya.

Sementara itu John mengaku mengetahui Jiun dari temannya. Dia setuju menjadi kurir sabu karena bayarannya yang diterimanya Rp 10 juta untuk setiap kilogramnya.

“Untuk pemesan dan mengambil sabu di Semarang, saya hanya menuruti perintah atasan,” paparnya.

 

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo