BPPTKG Sebut Cuaca Merapi Berawan Tapi Tetap Waspada

Rekanbola Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, berdasarkan pemantauan terakhir, cuaca cerah menyelimuti Gunung Merapi pada Sabtu (13/10) pagi, meski asap bertekanan lemah masih keluar dari puncak gunung itu.

“Via PGM Babadan visual Merapi tampak, suhu udara 14.8 derajat celsius, kelembaban 65 persen RH, angin perlahan ke barat, tekanan udara 874.2 hpa,” tulis akun twitter BPPTKG dikutip di Yogyakarta.

Berdasarkan laporan terakhir dari BPPTKG pada 5-11 Oktober, meski cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, asap teramati berwarna putih, tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 75 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 10 Oktober 2018.

Sementara itu, aktivitas kegempaan Gunung Merapi tercatat 86 kali gempa hembusan (DG), 6 kali gempa vulkano-tektonik dangkal (VTB), 21 kali gempa fase banyak (MP), 41 kali gempa guguran (RF), 51 kali gempa low frekuensi (LF) dan 10 kali gempa tektonik (TT).

Tingginya jumlah gempa hembusan, guguran, dan gempa LF pada minggu ini menunjukkan kubah lava masih aktif tumbuh meskipun dengan laju yang rendah,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Sementara itu, berdasarkan analisis morfologi Gunung Merapi, berdasarkan foto dari sektor tenggara menunjukkan adanya perubahan morfologi sekitar puncak. Volume kubah lava per 11 Oktober 2018 sebesar 160.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 3.100 meter kubik per hari, lebih tinggi dari minggu sebelumnya.

“Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah kurang dari 20.000 meter kubik,” kata dia.

Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi tersebut, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

Baca Juga:   Hadapi Juventus, Bos Sassuolo Bertekad Raih Tiga Angka

Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan BPPTKG, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

“Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB lll dimohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi,” kata Hanik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *