Bukan Milenial, Ini Generasi yang Sangat Tergantung pada Medsos

REKANBOLA – Jika selama ini milenial sering disebut sebagai generasi yang lekat dengan teknologi, tapi ada generasi lain yang erat kaitannya dengan teknologi dan dunia digital. Mereka adalah Generation C, atau generasi yang connected.

Founder dan CEO Bubu.com, Shinta Dhanuwardoyo, mengatakan, generasi C sebenarnya adalah istilah yang digunakan YouTube. Selama ini kita terbiasa menyebut generasi milenial, X, Y, atau Z, yang semuanya berhubungan dengan usia. Namun, generasi C tidak ada kaitan dengan usia, melainkan lebih kepada perilaku, sikap dan pola pikir.

“Jadi usia berapa saja termasuk dalam generasi C, yang penting dia harus selalu connected, currated, creating content dan community. Itulah bagian dari gen C,” kata Shinta saattalkshow Visa Consumer Payment Attitudes 2018 di The Hermitage, Jakarta.

Oleh karena itu, generasi C membentuk sebuah dunia baru di bidang retail dan brand. Menurut riset yang dilakukan Bubu.com, sebanyak 53,7 persen orang melakukan riset dan membandingkan harga sebelum membeli barang. Mereka biasanya mencari rekomendasi melalui key influencer yang ada di media sosial.

Generasi ini juga mengubah cara belanja saat ini yang sangat tergantung dengan media sosial. Dari riset yang sama diketahui bahwa 16-34 persen melihat media sosial terlebih dulu sebelum membeli sesuatu atau mengambil keputusan.

“Mereka muncul menjadi ambassador tanpa di-hire oleh brand. Karena mereka suka sekali sama barang tertentu, mereka akan posting di media sosial,” imbuh Shinta.

Di samping itu, generasi C juga diketahui sebagai pengguna cashless paling besar. Generasi C berbeda dengan milenial yang belum tentu memiliki uang untuk belanja.

Menurut Shinta, generasi C memiliki rentang usia 15-70 tahun, asalkan mereka masih connected. Mereka ini adalah generasi yang bangun tidur langsung memegang smartphone, bahkan tidur bersebelahan dengan smartphone-nya.

Baca Juga:   Ini Dia Master Photoshop Asli Indonesia yang Foto Editannya Selalu Viral