Bupati Deliserdang Resmi Pecat Hadisyam dan Mantan Bendahara PU Elfian, 4 ASN Lagi Menyusul

Rekanbola – Bupati Deliserdang akhirnya memecat mantan Camat Percut Sei Tuan dan Galang, Hadisyam Hamzah, serta eks Bendahara PU Deliserdang, Elfian, yang sudah divonis bersalah dalam kasus tindak pidana korupsi.

Dari keterangan yang diperoleh Rekanbola.com, Minggu (30/12/2018), pemberhentian tidak hormat atas keduanya sudah ditandatangi Bupati H Ashari Tambunan pada 28 Desember 2018 lalu.

Hadisyam dan Elfian saat ini masih berstatus buronan kejaksaan Agung RI.

Berdasarkan catatan tersebut, selama tahun 2018, ada 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) Deliserdang yang sudah diberhentikan secara tidak hormat lantaran terlibat korupsi. Masih ada empat orang lagi yang terlibat kasus serupa bakal menyusul, karena masih menunggu putusan pengadilan.

Perihal pemecatan tersebut sudah diamini Kepala Inspektorat Deliserdang, Agus Mulyono yang juga anggota Tim Penegak Disiplin.

Agus menyebut, sebelum keputusan pemberhetian tersebut ditandatangani Bupati Deliserdang, terlebih dahulu dilakukan pembahasan oleh Tim Penegak Disiplin yang diketahui oleh Sekda Darwin Zein.

“Ya benar, sudah ditandatangani Pak Bupati keputusannya, karena keduanya kan sudah berstatus sebagai terpidana kasus korupsi. Ini tidak ada hubungannya sama Inspektorat karena memang ini kewenangan Tim Penegak Disiplin,”ujar Agus Mulyono Minggu, (30/12/2018).

Sementara itu, Sekda Deliserdang Darwin Zein saat dikonfirmasi via selular membenarkan pemecatan Hadisyam dan Elfian. Sekda juga mengamini empat orang lainnya saat ini masih dalam proses pemecatan karena terlibat kasus korupsi.

“Hadisyam dan Elfian sudah dipecat, mereka berdua sudah inkrah. Yang empat lagi ini menunggu risalah keputusan pengadilan. Keempat ASN ini sudah menjalani hukuman, namun belum kita terima surat keputusan dari pengadilan. Sudah kami minta ke Pengadilan agar cepat dikeluarkan surat keputusan itu sehingga akan segera kami lakukan pemecatan karena pemerintah pusat sudah memerintahkan yang terlibat kasus korupsi wajib diberhentikan tidak hormat,” kata Darwin.

Baca Juga:   Blaise Matuidi Komentari Peran Berbedanya di Juve dan Prancis

Hadisyam dan Elfian saat ini berstatus buronan dari tim Monitoring Center Kejagung.

Hadisyam divonis 2 tahun kurungan penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan lahan Gardu Induk PLN di Kecamatan Galang saat menjadi camat di sana.

Sementara itu, Elfian telah divonis 8 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi bersama mantan Kadis PU, Ir Faisal yang telah divonis 12 tahun.

Selain hukuman penjara, Elfian juga dijatuhi hukuman membayar uang pengganti sebesar Rp 7,7 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka harta bendanya akan disita. Pemkab Deliserdang terbilang cukup lama melakukan pemecatan terhadap Hadisyam dan Elfian ini.