Cedera Parah Paksa Nitya Pensiun dan Buka Jalan Jadi Pelatih

Rekanbola – Nitya Krishinda Maheswari didegradasi dari pelatnas PBSI. Cedera parah memaksanya pensiun dan membuka jalan menjadi pelatih.

PBSI mengumumkan skuat pelatnas Cipayung, Jumat (4/1/2019). Sebanyak 96 pemain dipanggil untuk mengisi pelatnas PBSI mulai 7 Januari.

Nitya tak masuk dalam daftar tersebut. Pebulutangkis yang pernah berpasangan dengan Greysia Polii itu dinilai tak bisa melanjutkan karier di bulutangkis sebagai pemain lagi.

Nitya dibekap cedera parah saat tampil di perempatfinal turnamen Thailand Tebruka 2018 di Nimibutr Stadium, Bangkok pada 13 Juli 2018. Dalam laga itu dia berpasangan dengan Ni Ketut Maheswari dan menghadapi Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Dari keterangan pelatih ganda putri pelatnas Cipayung, Eng Hiang, Nitya dibekap cedera achilles kiri. Sesampainya di Jakarta, Nitya menjalani operasi dan harus masuk ruang perawatan selama satu bulan.

Cedera itu berbeda dengan operasi yang dijalani Nitya pada 2016. Nitya juga harus dioperasi pada 9 Desember karena cedera lutut kanan dan baru pulih Maret 2017.

“Ini bukan berarti saya pensiun dini. Setelah operasi kan tidak bisa langsung main, butuh waktu untuk pemulihan dan adaptasi. Dari sisi usia juga sudah bukan 25 atau 26 tahun,” kata Nitya yang dihubungi Rekanbola .

“Tapi, saya enggak bisa meninggalkan bulutangkis begitu saja, tidak bisa enggak pegang raket lagi. Di saat yang bersamaan, Koh Didi (sapaan karib Eng Hian) memberikan tawaran untuk membantu di kepelatihan ganda putri yang junior,” tutur pebulutangkis dari Blitar, Jawa Timur itu.

“Saya masih ingin kasih prestasi lagi, tapi dalam konteks berbeda, kalau dulu jadi pemaan, kini jadi pelatih,” ujar pemain asal PB Jaya Raya tersebut.

Baca Juga:   Sisihkan Sloane Stephens, Kiki Bertens Kembali Ke Final Madrid Open

Selama menjadi pemain, Nitya berhasil menggondol medali emas SEA Games 2011 (bersama Anneke Feinya Agustine) dan Asian Games 2014 Incheon (bersama Greysia Polii).