Cek IMEI Nanti Bisa Lewat Aplikasi

REKANBOLA – Pengguna ponsel pintar nantinya bisa melakukan pengecekan nomor IMEI melalui aplikasi ponsel. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini tengah merampungkan aplikasi pengecekan nomor IMEI.

Seperti diketahui, saat ini pengguna hanya bisa memeriksa IMEI melalui situs https://imei.kemenperin.go.id/.

“Kita buat aplikasi untuk memeriksa IMEI, tidak usah browsing ke situs Kemenperin lagi. Sekarang lebih mudah, 6 bulan masih panjang,” kata Rudiantara kepada awak media di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat (18/10).

Saat aplikasi rampung, pengguna mesti mengunggah data seperti nomor NIK dan bakal disinkronisasi oleh enjin yang telah disiapkan oleh Kemenperin. Untuk saat ini, Rudiantara mengatakan aplikasi yang dimaksud masih belum bisa digunakan.

“Jadi mereka tinggal upload (mengunggah) data, lalu disinkronisasi oleh enjin yang sudah disiapkan Kemenperin,” jelasnya.

Untuk mengetahui nomor IMEI, pengguna ponsel Samsung bisa mengeceknya melalui menu pengaturan > tentang ponsel > cari kode IMEI. Sementara untuk ponsel merek Xiaomi bisa dicek melalui menu pengaturan > tentang ponsel > status > kode IMEI.

Pemilik iPhone bisa melakukan pengecekan melalui pengaturan > umum > tentang perangkat > nomor IMEI tertera di laman tersebut.

Setelah mengetahui kode IMEI, pemilik ponsel bisa memverifikasi melalui situs https://imei.kemenperin.go.id/. Nantinya akan muncul informasi terkait legalitas ponsel.

Pengamat gadget dari PonselMu, Herry SW mengungkapkan ada ponsel yang beredar resmi tidak dirakit di Indonesia, tetapi diimpor penuh dari China. Oppo dan Huawei misalnya, menggunakan distributr Indonesia yakni PT Indonesia Oppo Electronics dan PT Sat Nusapersada.

Untuk hal itu, Herry mengatakan ponsel tetap mengantongi garansi resmi karena telah melali proses TKDN yang bekerja sama dengan perusahaan lokal.

Baca Juga:   Skandal Kebocoran Data Bikin Facebook Didenda Rp 9,5 Miliar

“Misal Huawei, ada stiker dari PT Sat Nusapersada, ponsel itu memang diimpor di China kemudian perlu menjalani proses TKDN software di Batam, itu resmi juga. Yang secara general [umum] paling gampang itu yang ada tulisan ‘Dirakit di Indonesia’ atau ‘Diproduksi di Indonesia’,” ucapnya saat dihubungi awal Juli lalu.