Cenderung “Baper”, Wanita Lebih Mudah dalam Meminta Pertolongan Psikologis

REKANBOLA – Wanita kerap kali disebut lebih perasa dan sensitif terhadap perasaannya. Hal ini lah yang kerap wanita diidentikkan dengan perilaku baper atau terbawa perasaan.

Pakar hipnoterapi Floranita Kustendro menyebutkan bahwa wanita lebih rentan mengalami gangguan psikologis. walau begitu, mereka juga cenderung lebih tak ragu untuk meminta pertolongan.

“Kasusnya lebih sering ditemukan pada wanita, mereka lebih cerewet, lebih terbuka untuk curhat dan menangis. Banyak yang tak ragu datang ke ahli terapis,” kata Flora di Jakarta.

Salah satu faktor penyebab gangguan psikologis pada wanita adalah body shaming. Dengan media sosial, banyak orang yang saling mencaci fisik satu sama lain. Hal ini dikategorikan sebagai cyberbullying dan dapat memicu depresi.

Namun gangguan psikologis bukan berarti tidak ditemukan pada pria. Konsep kejantanan membuat mereka cenderung tertutup dan menyembunyikan perasaannya. Jika dibiarkan, dampaknya bisa lebih buruk dari wanita.

“Pikiran bunuh diri banyak ditemukan di wanita karena mereka cenderung penakut dan terlalu banyak berpikir. Tapi kalau pria, dia enggak pakai mikir lagi. Bakal langsung dilakukan,” ujarnya.

Selain potensi bunuh diri, beberapa gangguan psikologis yang sering ditemukan pada pria adalah insomnia. Minimnya keberanian untuk curhat seperti wanita membuat pria terbebani dengan pikiran mereka sendiri.

Agar tak berlanjut menjadi depresi, pastikan kamu lebih terbuka dengan diri sendiri dan orang lain. Segera cari pertolongan jika kualitas hidup mulai terganggu. Kegiatan relaksasi juga dapat meredakan stress, seperti yoga dan meditasi.

Baca Juga:   Yeji (ITZY) Profile and Facts