Cerita Fletcher Soal Ronaldo yang Sempat Ditertawakan dan Kini Dihargai

Rekanbola – Cristiano Ronaldo layak dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Dia sudah meraih banyak trofi di level klub bersama Manchester United dan Real Madrid. Juga jadi juara Eropa bersama timnas Portugal.

Adapun di balik prestasi tersebut terdapat kerja keras yang luar biasa. Ronaldo adalah contoh sempurna dari quotes “Hard work beats talent” yang populer itu. Ronaldo memang tak kenal lelah.

Ronaldo bahkan tak perlu bersumbar soal itu. Setiap pemain yang pernah satu tim dengannya, baik pemain MU, Real Madrid, dan kini Juventus, selalu memuji kerja keras Ronaldo si sesi latihan. Mereka bahkan tak menyangka ada pemain yang berlatih demikian keras.

Seperti yang dikatakan Darren Fletcher di bawah ini. Bahwa Ronaldo adalah pemain yang selalu mendapat respek dari pemain lainnya. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

 

Pemain Terbaik

Fletcher menyebut Ronaldo memang memiliki target jadi pemain terbaik di dunia begitu tiba di Old Trafford. Saat itu, saat Ronaldo tiba, kualitas latihan MU meningkat drastis.

“Dia memiliki pola pikir bahwa dia akan jadi pemain terbaik di dunia di hari dia bergabung dengan klub [MU]. Dia meningkatkan latihan ke level berikutnya,” ungkap Fletcher di Sky Sports.

“Pertama-tama, orang-orang mengagumi hasratnya tetapi dia juga diremehkan orang-orang yang mengatakan: ‘lebih mudah dikatakan daripada dilakukan [jadi pemain terbaik dunia]’.”

“Namun orang-orang menaruh respek padanya dan menyukai mentalitas ingin jadi yang terbaik itu,” sambungnya.

 

Sempat Ditertawakan

Tak hanya itu, beberapa metode latihan Ronaldo ternyata juga sempat ditertawakan skuat MU. Bukan bermaksud menghina, hanya bercanda. Di dalam hati mereka sebenarnya mereka sangat respek pada Ronaldo.

Baca Juga:   Menang Besar Dalam Pemilu, Rakyat Malaysia Ingin Anwar Jadi PM

“Beberapa kali dia memasang beban di pergelangan kaki untuk berlatih dan melakukan gerakan kaki cepat. Teman-teman menertawakannya tetapi dia tak peduli dan itu tak menghalanginya. Pada akhirnya orang-orang menghargai itu.”

“Pemain lain melihatnya sebagai candaan tetapi di dalam hati mereka menghargai kerja keras itu, hasrat itu dan determinasi kuat itu untuk jadi pemain terbaik di dunia, dan dia berhasil melakukan itu,” tutup dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *