Cerita Konsultan yang Sukses Banting Setir jadi Pebisnis Sewa Baju

Rekanbola – Beralih profesi dari pekerja tetap bergaji bulanan menjadi wirausahawan yang berpenghasilan tak tentu memang bukan langkah yang mudah.

Banyak ketakutan yang membayangi dari mulai ketakutan akan gagal sampai merasa tidak ahli dalam bidang baru membuat beberapa orang tidak berani mengambil keputusan untuk beralih profesi.

Namun, berbeda dengan seorang konsultan bisnis senior Christopher Halim.

Ia meninggalkan karir sebagai konsultan bisnis senior setelah bekerja selama lima tahun. Pria yang akrab disapa Chris ini menemukan potensi bisnis baru yaitu bisnis sewa baju Style Theory.

Memulai bisnisnya dari sebuah permasalahan perempuan yang kerap kali selalu kekurangan baju padahal baju di lemarinya sudah penuh.

Ia dan Founder Stye Theory Raena Lim memiliki seorang teman yang kerap kali kesulitan memilih baju ketika akan pergi.

“Awalnya saya dan Raena punya teman yang kerap kali kesulitan kalau mau pergi selalu bilang nggak punya baju, tapi tiga lemarinya penuh.

Pertama kali saya lihat oh ini hanya reaksi saja, tapi kita saat berbicara dengan banyak orang ternyata semua orang punya masalah yang sama kita notice dari dari lemari dari 50% dalam lemari itu hanya bakal dipakai untuk maksimal dua kali lipat dalam seumur baju itu,” kata dia kepada, belum lama ini.

Dari masalah tersebut ia memiliki ide untuk membuka sebuah bisnis sewa baju. Kemudian ia mencoba untuk membuat kuisioner sederhana di Singapura.

Cris mengaku sengaja untuk mencoba pasar pertama di Singapura untuk melihat respon di pasar, ternyata ketika membuat aplikasi ini di awal perkenalannya, langsung ada 500 orang yang join.

“Saya buat di line friend dan berupa wesite dummy gitu ada harganya dan ada masalah berupa use case-nya gimana, dan berapa banyak orang join di Singapura, waktu itu kita merasa kalau oke kalau 500 orang join dalam sebulan oke kita akan lakukan itu.

Baca Juga:   Pertama di Kementerian, Kemendes PDTT Terapkan Smart Office

Bottom up 1.500 orang join gitu kan jadi dari sana kita sadari setiap orang punya masalah, dari sana kita coba untuk mencari enginer, kita siapin inventory, dan kita mulai louncing mei 2016,” kata pria kelahiran Surabaya ini.

Ia menjelaskan pertumbuhan bisnisnya di Singapura mendapat respon positif. Ia menjelaskan pertumbuhan bisnisnya sudah sampai 50 kali lipat dari pertama kali ia memulai bisnis.

“Kita growthnya di Singapura 50 kali lipat userbase, kita hanya sekarang kan persiapkan ini di Singapura dan Indonesia,” kata dia.

Ia menjelaskan setelah sukses dengan pasar di Singapura, ini saatnya untuk membuka pasar di Indonesia. Cris mengaku memulai ekspansi bisnis ke Indonesia dari November 2017.

“Kita sukses di Singapura kemudian kita pilih pasar di Indonesia, dari November 2017, dan kita pilih Jakarta market. Kita sekarang ini ada sekitar 20.000 baju kita merupakan fashion rental di seluruh Asia tenggara,” kata dia

Sejak ekspansi ke Indonesia, pasar Jakarta dan sekitarnya begitu potensial. Untuk saat ini sudah ada sekitar 10.000 orang yang mendownload aplikasi Style Theory dan Cris mengaku ada 8.000 pengguna aktif yang meminjam baju setiap hari.

“Wah di Indonesia memang baru tapi pertumbuhannya bagus sekarang saja sudah ada 8.000 user, kita bisa membantu mereka untuk memilih baju yang mereka suka dengan harga rental yang murah tapi bisa menggunakan baju bagus dan branded melalui aplikasi ini,” kata dia.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *