Cerita Suku Baduy Panggil Megawati ‘Ibu Gede’

Rekanbola – Kunjungan pengurus pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke Desa Kanekes, Lebak, Banten, membawa kesan tersendiri ketika bertemu para masyarakat Suku Baduy. Sebabnya, masyarakat Suku Baduy sangat mengenal Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, sewaktu menjabat Presiden RI kelima.

Masyarakat Baduy diketahui sangat bersyukur pada Megawati yang saat itu banyak membantu terwujudnya Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 2001 Tentang Perlindungan Atas Hak Ulayat Baduy.

“Perjuangan Ibu Mega dulu kami banyak terima kasih, seperti bapak kunjungannya. Cita-cita kami membentuk Perda Ulayat ke depan jangan ada hal-hal yang tidak diharapkan,” kata Kepala Desa Kanekes Jaro Saija ketika menerima rombongan PDIP di kediamannya Desa Adat Baduy Ciboleger, Lebak, Banten, Kamis, 20 Desember 2018.

Jaro mengatakan, kebijakan soal tanah ulayat itu memberi kepastian bahwa desa yang didiaminya bisa dikelola dengan baik. Selain tempat tinggal, banyak fungsi bisa dilakukan, seperti melestarikan lingkungan dan berdaulat atas tanahnya sendiri dalam kebutuhan pangan. Ia juga mengingatkan kesadaran manusia terkait peduli lingkungan.

“Manusia itu merusak (lingkungan) tapi belum tentu mewujudkannya kembali,” kata Djaro.

Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengenang kembali perjalanannya ke wilayah Baduy dalam empat jam perjalanan dengan jalan kaki dari Desa Kanekes dua tahun lalu.

Saat itu dia bercerita, diutus oleh Megawati untuk menemui Puun (kepala suku) untuk mendengarkan aspirasi dan memantau realisasi tanah ulayat bagi masyarakat Baduy.

“Maka ketika Pak Jokowi menjadi presiden, pengakuan atas hak ulayat diberikan bapak presiden untuk pertama kalinya,” ujar Hasto.

Dalam pertemuan itu, Hasto juga berdiskusi dan mengenang sebutan warga Baduy untuk Megawati. Masyarakat Baduy masih menyebut Megawati ‘Ibu Gede’ atau ‘Ibu Presiden’. Dan itu dikisahkan pertemuannya antara Jaro selaku kepala desa yang mewakili masyarakat.

Baca Juga:   Nama-nama Beken Masuk di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf

Hal itu tak terlepas perhatian Megawati saat menjadi presiden mendorong perda terkait kepastian tanah ulayat kepada masyarakat Baduy.

“Tadi kan secara spontan memang begitu. Bagi mereka, panggilan ‘Ibu Presiden dan Ibu Gede’ itu mereka ibu yang dihormati,” ujar Hasto.