China Larang Video Bersuara Sensual

Rekanbola – Awal bulan ini, badan anti pornografi China melarang peredaran video Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) yang dianggap vulgar di seluruh platform streaming video di negerinya.

Namun sebagai imbasnya, hampir semua video ASMR hilang dari layanan streaming video. ASMR adalah suara yang dihasilkan untuk memicu pendengarnya untuk relaks.

Suara-suara ini bisa berasal dari bisikan, dengan cara mengelus mikrofon, atau mengunyah makanan. Beberapa video ASMR memang terdengar sensual dan bisa membuat pendengarnya terangsang secara seksual.

Namun komunitas kreator video ASMR tidak setuju jika semua video ASMR diidentikkan dengan video seksual. Dalam sebuah studi yang dirilis pada 2015, ditemukan hanya 5% dari penonton video ASMR di Amerika Serikat dan Eropa Barat yang menonton video ASMR untuk stimulasi seksual.

Sedangkan 82% partisipan menonton video ASMR untuk membantu tidur dan 70% menonton video ASMR untuk menghilangkan stress. Meski demikian, badan anti pornografi China tetap bersikukuh bahwa banyak konten pornografi yang disamarkan menjadi konten ASMR.

Mereka juga menekankan situs-situs penyedia layanan berbagi video untuk membersihkan konten ASMR yang memiliki unsur seksual dan penegak hukum harus menghukum pihak yang melanggar.

“Sebagian besar dari audiens ASMR adalah anak muda. Seluruh perusahaan internet harus memenuhi kewajibannya, dan meningkatkan upaya untuk membersihkan situs, menerapkan proses untuk meninjau konten, dan melindungi anak di bawah umur dari konten yang berbahaya,” kata badan anti pornografi dalam keterangannya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (22/6/2018).

Pedoman yang dirilis oleh badan ini sendiri tidak menjelaskan secara pasti apa yang dimaksud dengan konten seksual dalam konteks ini. Tetapi, banyak platform streaming seperti Youku, Bilibili, dan Douyu langsung menghapus semua konten ASMR di layanan mereka.

Baca Juga:   Ponsel Gaming Honor Play Meluncur ke Pasar Global

Merespons kebijakan tersebut, netizen China menunjukkan kekecewaannya di media sosial.

“ASMR dilarang? Apakah sekarang memakan sesuatu dianggap seksual? Bagaimana saya bisa tidur sekarang,” komentar salah satu netizen.

Pengguna lain berkomentar bahwa ada aspek internet lain yang lebih penting untuk diatur oleh pemerintah dan menebak-nebak apa yang akan dilarang oleh pemerintah China selanjutnya.

 

 

(Sumber : detik.com)