China Siapkan Posisi Terkait Proses Perundingan Dagang

REKANBOLA – Menyusul pemberlakuan tarif balasan terhadap produk impor Amerika Serikat, China berencana untuk menjabarkan posisi mereka terkait proses perundingan dagang dalam sebuah kesempatan konferensi pers yang langka, Minggu (2/6/2019).

Berdasarkan sebuah pernyataan oleh Dewan Informasi Negara China, pernyataan yang akan tertuang dalam sebuah dokumen akan dirilis Minggu pagi pukul 10:00, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara media dengan Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen.

“Pernyataan ini muncul setelah tarif balasan terhadap Amerika Serikat mulai berlaku hari ini di Beijing, mempengaruhi lebih dari 2.400 produk impor AS yang terdampak kenaikan tarif menjadi 25% dari 10%,” seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (1/6/2019).

Pada Jumat (31/5), China, ekonomi terbesar kedua di dunia, mengatakan akan menyusun daftar entitas “tidak dapat diandalkan” yang membahayakan kepentingan perusahaan domestik, daftar ini dikhawatirkan dapat memengaruhi perusahaan asing ketika ketegangan perdagangan meningkat.

Langkah Beijing tersebut bukan tanpa alasan. China menunjukkan sisi agresifnya setelah administrasi Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi keras terhadap bisnis telekomunikasi raksasa China, Huawei.

Berdasarkan laporan Bloomberg, jika perlu Beijing juga berencana untuk membatasi ekspor hasil bumi langka ke AS.

Pasar telah bergolak oleh ancaman dan retorika tentang perdagangan, dengan S&P 500 mengalami bulan terburuk di bulan Mei dalam tujuh tahun terakhir.

Investor sekarang mencari kemungkinan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir bulan dalam KTT G20 di Osaka untuk kemungkinan pemulihan hubungan dan mengurangi ketegangan perdagangan.

Baca Juga:   Membandingkan Manfaat Utang Era Soeharto Hingga Jokowi