Curhat Guardiola Soal Repotnya Bersikap Adil pada Pemain Man City

Rekanbola.com – Bos Manchester City, Pep Guardiola menjamin setiap pemain dalam timnya akan mendapatkan kesempatan untuk bermain dan membantu tim meraih kemenangan. Dia hanya berharap pemain-pemain Man City bisa bersabar menunggu kesempatan tersebut.

Man City saat ini masih terus bersaing untuk merebut empat trofi: Liga Champions, Premier League, FA Cup, serta Carabao Cup. Khususnya di Carabao Cup, mereka sudah mencapai final dan berpeluang meraih trofi pertama musim ini.

Di saat yang sama, kekuatan penuh skuat Man City juga mulai pulih. Banyak pemain cedera yang sudah kembali berlatih dan menunggu kesempatan bermain. Guardiola pun dihadapkan pada pilihan berat untuk menentukan starting line-up di setiap laga.

Lalu, bagaimana cara Guardiola mengatasi situasi ini? Baca jawaban selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Ingin yang Terbaik

Guardiola mengaku dia tidak bisa benar-benar bersikap adil. Skuat Man City diisi dengan banyak pemain hebat dan dia hanya bisa menurunkan 11 pemain awal. Alhasil, dia ingin setiap pemain siap memberikan yang terbaik begitu mendapat kesempatan, bahkan jika hanya bermain lima menit.

“Ketika salah satu pemain bermain selama 20 menit, saya ingin 20 menit terbaik yang bisa mereka berikan, atau jika mereka bermain selama lima menit, saya ingin lima menit terbaik mereka,” kata Guardiola di Sky Sports.

“Sebab kami sudah memasuki tahap akhir, dan hal seperti ini mungkin bisa jadi pembeda.”

“Mungkin dalam lima menit itu mereka bisa membantu kami memenangkan sesuatu, dan itulah yang saya harapkan,” sambungnya.

Berusaha Adil

Berusaha Adil
Josep Guardiola © AP

Lebih lanjut, Guardiola menegaskan dia akan terus melakukan rotasi skuat. Dia bisa saja memainkan komposisi pemain yang sama di setiap laga dengan rotasi minim, tapi dia hanya ingin berusaha adil dan memberikan kesempatan pada setiap pemain Man City.

Baca Juga:   Soal Kontrak Leroy Sane, Guardiola: Sedang Dikerjakan

“Saya berusaha bersikap adil dengan mereka dan semua orang akan bermain. Saya bisa saja bersikap egois dan mengatakan saya hanya suka dua pemain [di posisi tertentu], dan hanya memainkan dua pemain itu.”

“Tidak, hal itu tak akan terjadi pada kami. Para pemain yang bermain lebih baik, atau pemain yang bersikap ramah pada saya dan pada staf juga rekan setimnya, mereka punya banyak kesempatan untuk bermain di laga penting yang diharapkan semua pemain,” sambung dia.

“Itu tergantung pada mereka, tidak hanya saya.”