Dari Jauh Menarik, Dari Dekat Malah Ilfeel? Sudah Biasa!

Rekanbola – Melihat lawan jenis yang berpenampilan menarik, kita yang jomlo pasti merasa tertarik dan ingin kenal lebih dekat. Perasaan ini lalu mendorong kita untuk berani menyapa orang yang menurut kita menarik tersebut. Tapi saat kenal lebih dekat, kita lantas mengetahui kekurangan-kekurangan mereka yang sebelumnya tidak kasat mata.

Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Namun retak tersebut hanya bisa kita lihat saat kita berada dekat dengan gading tersebut. Penemuan ini kadang membuat kita hilang rasa alias ilfeel terhadap orang yang sebelumnya kita kagumi tersebut.

Salah satunya adalah perihal bau badan. Dari jauh, penampilannya mungkin tampak sangat menarik dan membuat kita ingin dekat. Namun saat akhirnya bisa mengobrol bersama, baru kita sadari bahwa mereka memiliki bau badan yang nggak kita sukai sehingga kita pun jadi ilfeel. Lebih jauh lagi, kita akan mengecap orang tersebut jorok.

Padahal, bau badan merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan ketertarikan kita pada seseorang. Pasalnya, ketiak kita atau tepatnya kelenjar apokrin di ketiak kita mengeluarkan bau yang memuat banyak informasi sosial tentang kita bernama feromon. Saat tercium oleh lawan jenis, otak pun menerjemahkan informasi tersebut dan menentukan apakah lawan jenis tersebut merupakan sosok pasangan yang potensial bagi kita atau tidak.

Bagi perempuan, bau feromon yang mensinyalir tingkat testosteron yang tinggi merupakan bau pilihan mereka. Biasanya pula hal ini mengindikasikan kemampuan laki-laki untuk memberi perlindungan pada keluarganya dan kesehatan reproduksinya. Bagi laki-laki, bau perempuan akan mengindikasikan fertilitas dan kemampuannya untuk bereproduksi.

Baca Juga:   10 Meme kocak merindukan Luis Milla usai timnas Indonesia kalah