Demi Internasionalisasi, UII Gandeng Perguruan Tinggi di Thailand

Rekanbola.com – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Thailand. Hal ini dilakukan demi mencapai internasionalisasi dan Globalisation at Home di kampus tersebut.

“Kenapa Thailand, karena kualitas (kerjasama) semakin meningkat. Mereka sangat tertarik (kerjasama) di bidang mahasiswa dosen dan penelitian (dengan UII),” ujar Direktur Marketing dan Kerjasama UII Yogyakarta, Hangga Fathana kepada wartawan di sela kunjungannya di Chulalongkorn University, Phayathai Road Wangmai Patumwan Bangkok, Thaliand, Selasa (20/2/2018).

Hangga menyebut selama 5 tahun terakhir ada 19-20 perguruan tinggi di Thailand yang menjalin kerjasama dengan UII.

“Goals besarnya (dari kerjasama) untuk melakukan internasionalisasi dan globalisation at home. Dan kita ingin mempunyai kontribusi dan meningkatkan levelnya di setidaknya Asia Tenggara,” lanjutnya.

Perjalanan rombongan UII dimulai dari penandatanganan MoU dengan Santichon Islamic School, Thailand. Sejumlah poin kerjasama yang disepakati antara lain pertukaran staf, pertukaran mahasiswa, program pengembangan bersama, pertukaran informasi, koordinasi proyek gabungan, dan fasilitasi penerimaan mahasiswa internasional.

“Kita berikan beasiswa. Tiap tahun ada 10-14 orang yang kuliah di S1 di prodi yang mereka inginkan, dengan seleksi tentu saja. Tapi tahun ini kita kurangi 5, karena 5 itu kita berikan untuk Palestina,” jelasnya.

 

Dari pertemuan yang dilakukan, pihak Santichon School mengajukan 30-40 siswanya untuk belajar Bahasa Inggris di UII Yogyakarta.

“Kita akan tindaklanjuti. Animo ini menjadi potensi pasar bagi kami, dan ini menjadi satu target segmen kami. Selain itu juga kita ingin berkontribusi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Asia Tenggara,” paparnya.

Selanjutnya rombongan yang dipimpin oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno SH, M Hum, LL.M, PhD ini beranjak ke King Prajadhipok’s Institute (KPI), Bangkok.

Baca Juga:   Puing Lion Air Diserahkan ke KNKT Untuk Diinvestigasi

“KPI ini modelnya lembaga negara untuk mendidik pejabat, birokrat, dan PNS. Kita menandatangani MoU tentang pertukaran dosen. Dosen kami mengajar tentang peace and conflict resolution tahun lalu,” jelas Hangga.

KPI yang menjadi lembaga pendidikan bagi pejabat seperti wali kota dan birokrat dinilai bisa memberi keuntungan bagi UII dari sisi pengajaran.

“KPI bukan perguruan tinggi biasa. Mereka mengajari wali kota, pejabat dan birokrat sehingga mereka melakukan pendekatan (pengajaran) yang lebih dekat. UII punya benefit, dari sisi pengajaran akan (memiliki) lebih banyak gaya,” urainya.

Selanjutnya UII juga meneken kerjasama dengan Burapha University. Kerjasama antara keduanya telah berlangsung sejak 2012 dan berakhir pada 2017 lalu. Rektor UII, Nandang Sutrisno menambahkan kedua universitas sepakat untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi melalui penelitian, pertukaran mahasiswa, pertukaran staf pengajar, penyelenggaraan double degree dan join seminar internasional.

“Salah satu implementasi dari kerjasama antara UII dan Burapha Universitu yang telah terlaksana bisa kita lihat dalam penyelenggaraan program REPESEA Erasmus+ yang merupakan kolaborasi penelitian untuk meningkatkan reputasi dan kualitas riset universitas di kawasan Asia Tenggara,” urai Nandang dalam sambutannya di kampus yang terletak di 169 Longhad Bangsaen, T Saensuk, A Muang, Chonburi, Thailand, Selasa (20/2/2018).

Selain poin-poin kerjasama yang telah ada pada MoU sebelumnya, lanjut Nandang, dalam Mou ini juga akan ada perluasan kerjasama seperti kerja sama dalam perekrutan siswa ke kedua institusi,” kata Nandang.

Universitas selanjutnya yang menjalin kerjasama dengan UII yakni Rangsit University. Hangga menjelaskan UII telah menjadi salah satu anggota pendiri Passage to ASEAN, di mana Rangsit University menjadi sekretaris program ini.

Konsorsium ini terdiri lebih dari lebih dari 70 universitas dari negara-negara ASEAN. Acara ditutup dengan acara makan malam yang dihadiri para petinggi universitas-universitas tersebut dan sejumlah alumni yang melanjutkan pendidikan di Thailand.

Baca Juga:   Heli Dipakai Pengantin, Kapolri: Pilotnya Diberikan Sanksi

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo